Gaji Tinggi Saja Tak Cukup, Apa yang Sebenarnya Dicari Gen Z dari Tempat Kerja

Generasi Z atau Gen Z telah memasuki dunia kerja dalam beberapa tahun terakhir, dan mereka membawa harapan serta prioritas yang berbeda dari generasi sebelumnya. Menurut survei dan hasil liputan media, Gen Z tidak hanya mengejar gaji tinggi ketika memilih pekerjaan, tetapi juga nilai, pengalaman, dan kualitas hidup yang lebih luas.

Lingkungan kerja berubah, dan makin banyak perusahaan menyadari bahwa sekadar “gaji besar” tidak lagi cukup untuk menarik dan mempertahankan talenta muda. Teman Eksam, ini artikel super lengkap yang akan membahas apa sebenarnya yang dicari Gen Z dari tempat kerja, lengkap dengan fakta, tren, serta pandangan ahli.


1. Kepuasan Kerja & Makna yang Lebih Dalam

Salah satu hal yang paling sering disebut Gen Z dalam berbagai survei adalah bahwa mereka ingin pekerjaan yang memberi makna lebih dari sekadar uang. Banyak dari mereka menilai kepuasan kerja (job satisfaction) lebih penting daripada gaji semata. Angka survei menunjukkan sekitar 72% Gen Z menilai kepuasan kerja lebih penting daripada gaji tinggi dalam memilih pekerjaan.

Artinya, mereka ingin tugas dan tujuan pekerjaan selaras dengan nilai pribadi, misalnya kontribusi terhadap masyarakat, dampak positif lingkungan, atau peluang membantu orang lain.


2. Peluang Berkembang & Karier Jangka Panjang

Gen Z menginginkan rencana perkembangan karier yang jelas. Mereka menghargai perusahaan yang menyediakan pelatihan, mentoring, dan jalur pertumbuhan yang bisa mereka capai dari waktu ke waktu.

Laporan lain menyebutkan bahwa sebagian besar Gen Z memilih pekerjaan yang menyediakan peluang pengembangan keterampilan dan pembelajaran berkelanjutan, bahkan di atas kompensasi finansial besar.

Ini bukan sekadar soal promosi cepat, tetapi memiliki ruang untuk terus belajar baik secara teknis maupun soft skill, layaknya investasi jangka panjang terhadap masa depan mereka.


3. Work-Life Balance dan Kesejahteraan Mental

Bukan rahasia lagi: bagi Gen Z, work-life balance (keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi) adalah faktor penting. Banyak yang rela menukar sebagian gaji untuk lingkungan kerja yang menyediakan fleksibilitas waktu, ruang kerja yang sehat, dan waktu pribadi yang cukup.

Survei menunjukkan bahwa sekitar 47% Gen Z menempatkan work-life balance sebagai prioritas utama saat mengevaluasi pekerjaan, lebih penting daripada sekadar angka di slip gaji.

Ini mencerminkan perubahan pandangan tentang pekerjaan: bukan hanya jam kerja panjang dan gaji besar, tetapi kesejahteraan secara keseluruhan.


4. Budaya Perusahaan yang Tepat & Inklusif

Generasi ini tumbuh di era informasi global, di mana nilai-nilai seperti keberagaman, inklusi, dan lingkungan kerja sehat sering dibahas. Tidak heran jika Gen Z sangat memperhatikan budaya tempat kerja.

Menurut data global, sekitar 80% Gen Z ingin bekerja di organisasi yang nilai dan budaya kerjanya sesuai dengan keyakinan mereka dan bukan sekadar janji marketing.

Ini mencakup penghormatan terhadap identitas pribadi, dukungan terhadap inisiatif sosial, serta kesempatan untuk bekerja dalam tim yang saling menghargai.


5. Fleksibilitas & Otonomi Kerja

Tidak seperti generasi sebelumnya yang sering menganggap kerja harus “di kantor jam segini sampai segini”, Gen Z menyukai fleksibilitas, baik dalam jam kerja maupun lokasi kerja.

Fleksibilitas ini tidak hanya soal remote work atau hybrid, tetapi juga otonomi dalam menjalankan tugas mereka sendiri. Mereka ingin merasa dipercaya dan tidak terikat pada kebijakan tradisional yang terlalu kaku.

Fleksibilitas seperti ini sering kali meningkatkan produktivitas dan motivasi, bukan malah mengurangi komitmen.


6. Rasa Punya & Partisipasi dalam Proyek yang Bermakna

Selain gaji, Generasi Z ingin merasa dilibatkan secara nyata dalam keputusan dan proyek besar. Mereka ingin tahu bagaimana kontribusi mereka mempengaruhi keseluruhan perusahaan serta masyarakat.

Generasi ini cenderung menghargai pekerjaan yang memungkinkan mereka memberi dampak yang tampak, baik lewat tanggung jawab profesional maupun peran sosial perusahaan secara umum.


7. Kesejahteraan Fisik & Mental yang Didukung Perusahaan

Gen Z juga mengedepankan dukungan perusahaan terhadap kesejahteraan mental dan fisik. Ini bukan hanya konsep “tempat kerja ramah karyawan”—tetapi program nyata seperti konseling mental, cuti kesehatan, dan program kesejahteraan umum yang masuk dalam paket kerja modern.

Mereka melihat tempat kerja sebagai komunitas, bukan sekadar mesin penghasil uang.


Mengapa Generasi Z Tidak Lagi Fokus Hanya pada Gaji?

Ada beberapa alasan kuat di balik perubahan nilai ini:

1. Pengalaman Masa Pandemi: Pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa pekerjaan yang aman pun bisa berubah cepat, sehingga Generasi Z menilai stabilitas dan fleksibilitas lebih penting daripada uang semata.

2. Kesadaran tentang Kesehatan Mental: Diskusi seputar burnout, tekanan kerja, dan kesehatan mental semakin umum. Gen Z sangat peduli pada kualitas hidup, bukan hanya pendapatan tinggi.

3. Identitas & Nilai Pribadi: Banyak Gen Z melihat pekerjaan sebagai bagian dari pengembangan diri dan ekspresi pribadi, bukan sekadar alat menghasilkan uang.


BACA JUGA: Kerja Sesuai Passion atau Kerja Demi Bertahan Hidup? Ini Dilema Gen Z

FAQ Seputar Kerja Bagi Generasi Z

1. Apakah gaji tetap penting bagi Gen Z?
Iya, gaji tetap penting. Namun, Generasi Z sering mengimbanginya dengan faktor seperti kesejahteraan, fleksibilitas, dan peluang berkembang.

2. Mengapa Gen Z ingin work-life balance?
Karena keseimbangan itu langsung berkaitan dengan kesehatan mental dan produktivitas jangka panjang.

3. Apa yang dimaksud budaya perusahaan bagi Gen Z?
Budaya yang menghormati keberagaman, nilai pribadi, serta memberi ruang untuk berkembang dan merasa dihargai.

4. Apa arti fleksibilitas dalam konteks pekerjaan?
Fleksibilitas berarti bisa memilih waktu kerja, lokasi kerja, dan mengatur tugas dengan otonomi yang memadai.

5. Haruskah perusahaan berubah karena Gen Z?
Ya, banyak perusahaan kini menyesuaikan budaya kerja, paket benefit, dan cara mengelola talenta agar menarik Generasi Z.


Bagaimana Pendapatmu Tentang Hal Ini?

Teman Eksam, jelas bahwa gaji tinggi saja tidak lagi menjadi “magnet utama” bagi banyak pekerja Generasi Z. Mereka mencari lebih dari sekadar angka di slip gaji; mereka ingin pekerjaan yang bermakna, budaya yang menghargai, keseimbangan hidup, dan peluang berkembang yang nyata.

Ini bukan sekadar tren sementara, preferensi kerja Generasi Z akan terus membentuk cara perusahaan mendesain tempat kerja di masa depan. Bagi siapa pun yang sedang merencanakan karier atau menjadi HR di masa depan, memahami nilai-nilai ini adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang relevan dan menarik bagi generasi yang kini makin dominan di pasar tenaga kerja.

Yuk, temukan lebih banyak panduan praktis untuk belajar, bekerja, dan berkembang bareng Eksam – Teman Belajar Kamu!

Leave a Comment