Halo, Teman Eksam!
Pasti pernah melihat gambar planet seperti Bumi, Jupiter, atau bintang di buku pelajaran atau foto-foto NASA dan bertanya: kenapa semua benda di langit hampir selalu berbentuk bulat? Dari bentuknya yang seragam itu kita bisa belajar banyak tentang bagaimana alam semesta bekerja.
Berikut penjelasan lengkap dan mudah dimengerti mengenai fenomena ini!
Bentuk Bulat adalah Bentuk Paling Stabil di Alam Semesta
Pada dasarnya, saat sebuah objek cukup besar dan memiliki massa yang besar, gaya gravitasinya sendiri akan menarik semua materi ke pusatnya secara merata dari segala arah. Ini disebut self-gravity.
Kemudian benda itu mencapai keadaan yang paling seimbang secara fisika, semua permukaan berada tepat sama atau sedekat mungkin dengan pusat tarik gravitasi. Bentuk yang paling mendekati kondisi itu adalah bola atau sfera.
Inilah alasan utama kenapa banyak planet, bintang, bahkan beberapa bulan berbentuk bulat meski komposisi fisiknya berbeda-beda.
Gravitasi: Gaya yang ‘Membulatkan’ Segalanya
Gravitasi bekerja ke segala arah dengan kekuatan yang sama. Bayangkan sebuah awan debu atau gas kosmik yang saling bertabrakan: semakin banyak materi berkumpul, semakin kuat gravitasi menariknya ke tengah.
Seiring waktu, materi terus mendekat ke pusat, membuat bentuknya makin mendekati sfera sempurna karena:
- Setiap bagian material ditarik menuju pusat massa, jadi bagian yang lonjong atau menonjol secara alami ditarik ke dalam.
- Sfera adalah bentuk paling efisien secara fisika: semua titik permukaan sama jauh dari pusat.
Inilah yang membuat planet-planet dan bintang seperti Bumi, Mars, atau Matahari tampak hampir sempurna bulat jika dilihat dari angkasa.
Apakah Semua Benda Langit Bulat?
Tidak selalu! Bentuk bulat itu hanya berlaku untuk benda yang massanya cukup besar hingga gravitasi internalnya bisa menarik seluruh bagian bahan ke pusat.
Contohnya:
- Asteroid kecil dan kambium kosmik (koma): bentuknya tetap tidak teratur karena massanya belum cukup besar untuk gravitasinya “mengatur” seluruh permukaan.
- Meteor dan puing silikat kecil juga bisa punya bentuk aneh atau memanjang karena gaya lain seperti tumbukan mekanis lebih dominan.
Secara umum, hanya objek besar seperti planet, bintang, dan beberapa bulan yang mencapai keseimbangan gravitasi yang kuat sehingga bentuknya jadi sfera.
Bulat Tapi Tidak Selalu Sempurna
Teman Eksam, planet atau bintang yang kita lihat tidak selalu bola sempurna. Contoh:
- Jupiter dan Saturnus agak “ngemuk” di bagian tengahnya karena mereka berputar sangat cepat, efek rotasi membuat bagian ekuator sedikit melebar.
- Bumi pun tidak bulat sempurna, ia sedikit lebih lebar di tengah dibanding di kutub karena rotasinya.
Itu menunjukkan bahwa rotasi juga bisa memberi modifikasi bentuk, tetapi gravitasi tetap menjadi faktor dominan yang membuat benda langit tampak “bulat”.
Bagaimana Proses Ini Terjadi dari Awalnya?
Proses pembentukan benda langit tidak instan. Setelah Big Bang, debu dan gas kosmik mulai berkumpul di bawah pengaruh gravitasi. Materi yang bertabrakan dan bergabung membentuk gumpalan yang makin padat. Seiring pertumbuhan massa, gravitasinya makin kuat, dan akhirnya bentuknya menjadi bulat karena self-gravity terus menarik material ke arah pusat.
BACA JUGA: Kenapa Kita Tidak Merasakan Bumi Bergerak? Ini Penjelasan dari Sains dan Fisika
FAQ Seputar Benda Luar Angkasa
1. Kenapa hampir semua planet berbentuk bulat?
Karena gravitasi menarik semua bagian menuju pusatnya, dan sfera adalah bentuk paling seimbang secara fisika.
2. Kalau tidak bulat, itu artinya bukan planet?
Secara umum, jika sebuah benda tidak bulat, itu bisa berarti massanya belum cukup besar sehingga gravitasi tidak bisa membentuknya menjadi sfera. Banyak asteroid dan komet berbentuk tidak beraturan.
3. Kenapa Jupiter agak “mendatar” di bagian tengah?
Karena rotasi cepatnya menyebabkan gaya sentrifugal yang membuat equator sedikit melebar.
4. Apakah bintang juga bulat?
Ya. Bintang memiliki bentuk bulat karena gravitasi kuat yang menarik materi ke pusatnya sama seperti planet.
5. Apakah setiap benda besar harus bulat?
Hampir selalu, asalkan massanya cukup besar dan gaya gravitasi dominan dibanding gaya kekakuan internal benda itu sendiri.
Bentuk Bulat Adalah Bentuk Paling Stabil
Teman Eksam, bentuk bulat pada benda langit seperti planet, bintang atau satelit bukanlah kebetulan. Ini adalah hasil dari hukum fisika alam semesta—gravitasi—yang menarik semua materi ke pusatnya dan membuatnya mencapai bentuk paling stabil secara keseluruhan.
Yuk, temukan lebih banyak panduan praktis untuk belajar, bekerja, dan berkembang bareng Eksam – Teman Belajar Kamu!