Pembangunan di Indonesia pada Masa Orde Baru, Dari Jalan Tol sampai Pertumbuhan Ekonomi

Halo Teman Eksam!

Periode Orde Baru (1966–1998) di bawah Presiden Soeharto adalah salah satu fase paling berpengaruh dalam sejarah pembangunan Indonesia modern. Di luar kontroversi politiknya, era ini juga dikenal melalui program pembangunan ekonomi dan fisik secara besar-besaran yang membentuk fondasi infrastruktur dan struktur ekonomi negara selama puluhan tahun berikutnya.

Apa Itu Pembangunan Orde Baru?

Setelah masa Orde Lama yang sarat gejolak politik dan ekonomi, pemerintah Orde Baru memperkenalkan agenda pembangunan nasional yang lebih terencana dan teknokratis. Central dalam strategi ini adalah Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun), serangkaian program pembangunan yang dibuat bertahap setiap lima tahun.

Repelita dirancang untuk meningkatkan standar hidup rakyat, mengurangi kemiskinan, dan mentransformasikan struktur ekonomi yang masih bertumpu pada pertanian menjadi ekonomi yang lebih modern dan industrial.


Fokus Utama Pembangunan di Masa Orde Baru

1. Stabilitas Politik sebagai Pondasi Pembangunan

Sebelum fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, Orde Baru menekankan stabilitas politik sebagai dasar. Pemerintahan Orde Baru melakukan konsolidasi kekuasaan yang luas untuk menciptakan suasana yang dianggap “aman” bagi investasi dan program pembangunan nasional.

Efeknya, konflik internal yang sempat bergolak di era sebelumnya mereda secara signifikan, berlangsung sepanjang dekade 1970-1990an, dan memberi ruang pelaksanaan pembangunan yang disentralisasi.


2. Repelita: Rencana Lima Tahun Pembangunan

Program pembangunan Orde Baru berjalan berurutan melalui Repelita I sampai VI, fokusnya berubah sesuai dengan kebutuhan nasional:

  • Repelita I dan II diarahkan pada rehabilitasi infrastruktur dasar seperti jalan, irigasi, dan fasilitas pangan.
  • Repelita III dan IV memperluas prioritas ke industrialisasi, swasembada pangan, dan peningkatan produksi nasional.
  • Repelita V dan VI kemudian menitikberatkan pada perluasan produksi pertanian, penyediaan lapangan kerja, dan peningkatan sumber daya manusia.

Repelita-Repelita ini membantu memacu pertumbuhan ekonomi yang rata-rata mencapai lebih dari 6% per tahun pada puncaknya sebelum krisis Asia 1997–1998.


3. Pembangunan Infrastruktur Besar-besaran

Salah satu ciri khas Orde Baru adalah pembangunan infrastruktur secara besar-besaran:

  • Jalan nasional dan provinsi dihubungkan lewat tol dan jembatan
  • Irigasi desa diperluas untuk meningkatkan hasil pertanian
  • Pelabuhan dan fasilitas transportasi dikembangkan guna mempercepat distribusi barang

Dengan perbaikan infrastruktur ini, mobilitas barang dan orang meningkat, yang kemudian memperkuat integrasi ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.


4. Pertanian: Dasar yang Dikuatkan

Walau industri menjadi fokus penting, sektor pertanian tetap mendapat perhatian besar terutama di awal era Orde Baru untuk:

  • Meningkatkan produksi pangan
  • Mendukung swasembada beras lewat intensifikasi pertanian
    Peningkatan hasil pertanian juga membantu menekan inflasi dan memberi dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

5. Industrialisasi dan Diversifikasi Ekonomi

Seiring berjalannya waktu, fokus pembangunan mulai bergeser ke industrialisasi untuk mendukung produksi barang, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja. Ini melibatkan:

  • Pengembangan sektor manufaktur
  • Insentif investasi untuk industri pengolahan
  • Ekspansi sektor jasa yang mendukung aktivitas ekonomi lainnya
    Program ini membantu memperluas basis ekonomi Indonesia jauh dari dominasi pertanian saja.

Dampak Ekonomi & Sosial yang Terlihat

1. Pertumbuhan Ekonomi Stabil

Selama dekade 1970–1990, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup kuat dengan rata-rata sekitar 6-7% per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

2. Pengurangan Kemiskinan

Program pembangunan, terutama yang menyasar pemerataan infrastruktur dan kesempatan kerja, berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan pada beberapa tahap awal Orde Baru.

3. Lapangan Kerja dan Urbanisasi

Perbaikan sektor industri dan infrastruktur meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, yang sekaligus mendorong proses urbanisasi, perpindahan masyarakat dari desa ke kota untuk kerja industri.


Tantangan & Kritik di Balik Keberhasilan Pembangunan

Meski dicatat banyak capaian positif, pembangunan Orde Baru juga menghadapi kritik dan masalah serius, antara lain:

1. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)

Akses kekuasaan sentral dan kontrol yang kuat di tangan elit pemerintahan membuka ruang bagi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, yang kemudian dikenal sebagai KKN di banyak proyek pembangunan.

2. Ketimpangan Sosial

Walau infrastruktur tumbuh pesat di banyak wilayah, tidak semua daerah mendapatkan porsi pembangunan yang sama, terutama wilayah non-Jawa sering dipandang menerima pembangunan lebih lambat dibanding pusat. (Diskusi sosial relevan studi pembangunan modern)

3. Krisis 1997

Puncak kelemahan struktur ekonomi Orde Baru terlihat saat krisis finansial Asia 1997–1998 melanda, membawa pertumbuhan ekonomi turun tajam, lapangan kerja berkurang, dan kesiapan sektor finansial yang rapuh akhirnya mempercepat kejatuhan rezim.


BACA JUGA: Kurikulum Pendidikan di Finlandia, Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik

FAQ Seputar Pembangunan Masa Orde Baru

1. Apa itu Repelita dalam konteks pembangunan Orde Baru?
Repelita adalah Rencana Pembangunan Lima Tahun yang mengatur strategi pembangunan nasional pada setiap periode, mulai dari infrastruktur hingga industrialisasi.

2. Bagaimana Orde Baru mempengaruhi pertanian Indonesia?
Pembangunan di Orde Baru awalnya memberi prioritas pada sektor pertanian dan swasembada pangan, termasuk modernisasi praktik bertani serta irigasi.

3. Apakah pembangunan Orde Baru hanya fokus di Jawa?
Tidak sepenuhnya, tetapi pembangunan lebih intensif terlihat di Jawa terlebih dahulu karena konsentrasi ekonomi dan populasi. Kritik soal ketimpangan sering muncul dari daerah lain.

4. Apakah pembangunan Orde Baru berhasil?
Secara umum, pertumbuhan ekonomi kuat dan infrastruktur berkembang pesat, tetapi tantangan seperti KKN dan ketimpangan masih menjadi catatan penting.

5. Mengapa Orde Baru runtuh?
Runtuhnya Orde Baru dipicu oleh krisis ekonomi Asia 1997–1998 yang memperlemah struktur ekonomi dan sosial secara drastis.


Apa Kesimpulanmu?

Teman Eksam, pembangunan di Indonesia pada masa Orde Baru adalah kisah kompleks antara transformasi ekonomi yang cepat dan tantangan sosial-politikal yang mendalam. Repelita membentuk pondasi infrastruktur dan industrial yang kita lihat hingga kini, namun faktor internal seperti KKN dan krisis global turut menguji ketahanan sistem.

Mengenal masa ini tidak hanya penting untuk sejarah, tetapi juga sebagai pelajaran bagaimana pembangunan nasional bisa dilakukan secara efektif sekaligus harus diimbangi prinsip transparansi dan keadilan pemerataan.

Yuk, temukan lebih banyak panduan praktis untuk belajar, bekerja, dan berkembang bareng Eksam – Teman Belajar Kamu!

Leave a Comment