Pendidikan dunia memang menunjukkan kemajuan, tapi di saat yang sama, kesenjangan dan krisis global masih membayangi jutaan pelajar. Berdasarkan laporan internasional terbaru periode 2025–2026, dunia menghadapi kombinasi antara kemajuan teknologi pendidikan, lonjakan pasar pendidikan global, dan masalah serius seperti konflik, kemiskinan, serta kesehatan mental siswa.
Yuk, Teman Eksam, kita kupas satu per satu fakta pentingnya.
1. 272 Juta Anak Putus Sekolah: Angka yang Masih Mengkhawatirkan
Akses pendidikan masih jadi tantangan besar.
- 272 juta anak & remaja di dunia tidak bersekolah (2025)
- Angka ini naik 21 juta dibanding estimasi 2024
- 48% adalah anak perempuan (122 juta)
- Hampir 200 juta di tingkat sekolah menengah
Penyebab utama:
- Konflik bersenjata
- Kemiskinan ekstrem
- Migrasi paksa
- Kurangnya fasilitas pendidikan
Artinya, hampir 1 dari 6 anak usia sekolah di dunia tidak mendapatkan pendidikan formal.
2. Krisis Literasi Global: Masih Ratusan Juta Tidak Bisa Membaca
Walau angka literasi naik, tantangan tetap besar.
| Data Literasi Global | Angka |
|---|---|
| Populasi dunia melek huruf (15+) | 87% |
| Orang dewasa buta aksara | 739 juta |
| Perempuan dari total buta aksara | ± 66% |
| Anak gagal capai literasi dasar | 250 juta |
| Literasi negara berpenghasilan rendah | 65% |
Masalah utamanya bukan cuma akses sekolah, tapi kualitas pembelajaran.
3. PAUD Mandek: Pondasi Pendidikan Dunia Kurang Kuat
Pendidikan usia dini sangat penting untuk perkembangan otak, tapi partisipasi global mandek sejak 2015 di angka 50%.
Di wilayah paling tertinggal:
- Sub-Sahara Afrika hanya 27% anak ikut pra-sekolah
Dampaknya:
- Anak lebih sulit mengejar ketertinggalan di SD
- Risiko putus sekolah lebih tinggi
4. Pendidikan Tinggi: Meningkat Pesat & Jadi Industri Raksasa
Di sisi lain, pendidikan tinggi berkembang pesat.
Negara dengan lulusan pendidikan tinggi terbanyak:
- Kanada
- Irlandia
- Korea Selatan (±65% orang dewasa bergelar)
Nilai pasar pendidikan global:
- 2025: $7,3 triliun
- 2030: $10 triliun
Di negara OECD:
- 70% mahasiswa menyelesaikan gelar sarjana setelah tambahan waktu studi.
Pendidikan kini bukan cuma layanan sosial, tapi industri global raksasa.
5. Tren & Tantangan Pendidikan 2025–2026
AI Masuk Sekolah
Generative AI dipakai sebagai:
- Tutor digital
- Pembuat materi
- Evaluasi otomatis
Tapi tanpa pedoman, AI bisa:
- Mengurangi kreativitas siswa
- Meningkatkan ketergantungan teknologi
Konflik Global
- 13 juta anak tidak sekolah karena perang
- Wilayah terdampak: Gaza, Sudan, dll.
Kesehatan Mental Siswa
Pendidik global menyebut ini tantangan terbesar:
- Stres akademik
- Kecemasan
- Kurangnya dukungan keluarga
Pendanaan Pendidikan Digital
Negara miskin butuh $1 miliar per hari untuk transformasi digital pendidikan.
6. Posisi Indonesia di Peta Pendidikan Dunia
- Peringkat global: 64–67 dunia
- Literasi usia 15+: 97,10% (2025) — tertinggi dalam 10 tahun
Artinya, Indonesia unggul dalam literasi dasar, tapi masih perlu:
- Peningkatan kualitas pengajaran
- Pemerataan teknologi
- Penguatan PAUD
Pendidikan Dunia di Titik Kritis
Teman Eksam, pendidikan global sekarang seperti dua sisi mata uang:
Sisi terang:
1. Teknologi berkembang
2. Pendidikan tinggi meningkat
3. Literasi global membaik
Sisi gelap:
1. 272 juta anak putus sekolah
2. Krisis literasi anak
3. Konflik & kemiskinan
4. Kesehatan mental siswa
Masa depan pendidikan akan ditentukan oleh akses yang adil, kualitas pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi secara bijak.
BACA JUGA: Kurikulum Pendidikan di Finlandia, Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik
FAQ Seputar Pendidikan Dunia
1. Berapa jumlah anak putus sekolah di dunia?
Sekitar 272 juta anak dan remaja pada 2025.
2. Apa tantangan pendidikan terbesar saat ini?
Konflik, kemiskinan, literasi rendah, kesehatan mental, dan adaptasi AI.
3. Kenapa PAUD penting?
Karena 90% perkembangan otak terjadi sebelum usia 5 tahun.
4. Apakah AI membantu pendidikan?
Ya, tapi harus dibimbing agar tidak menggantikan proses belajar manusia.
5. Bagaimana posisi Indonesia?
Literasi tinggi, tapi kualitas & pemerataan pendidikan masih perlu peningkatan.
Jangan Sampai Tertinggal!
Teman Eksam, statistik ini menegaskan bahwa meskipun akses dasar telah membaik, tantangan besar tetap ada pada kualitas, kesetaraan, dan adaptasi teknologi di seluruh dunia.
Yuk, temukan lebih banyak panduan praktis untuk belajar, bekerja, dan berkembang bareng Eksam – Teman Belajar Kamu!