{"id":3139,"date":"2025-12-11T10:00:00","date_gmt":"2025-12-11T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?p=3139"},"modified":"2025-12-11T08:49:45","modified_gmt":"2025-12-11T01:49:45","slug":"generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/","title":{"rendered":"Generasi Quiet Quitting, Fenomena Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Bekerja"},"content":{"rendered":"\n<p>Halo, Teman Eksam!<\/p>\n\n\n\n<p>Teman Eksam mungkin sudah sering dengar istilah <strong>quiet quitting<\/strong>, yaitu tren ketika seseorang bekerja \u201csecukupnya saja\u201d tanpa melebihi jobdesc. Bukan resign, bukan malas, tapi memilih menjaga batasan diri. Fenomena ini begitu besar hingga melahirkan istilah baru: <strong>Generasi Quiet Quitting<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa generasi ini muncul? Kenapa semakin banyak orang yang menolak budaya kerja \u201csampai tumbang\u201d? Dan apakah quiet quitting itu hal buruk atau justru tanda evolusi cara bekerja yang lebih sehat? Yuk kita bahas dengan komprehensif.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu \u201cGenerasi Quiet Quitting\u201d?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Generasi Quiet Quitting adalah kelompok generasi muda, terutama Gen Z, yang tidak lagi ingin terjebak dalam budaya kerja tradisional seperti lembur tanpa dibayar, loyalitas buta, kerja di atas kapasitas mental, dan mengorbankan kesehatan demi performa.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka tetap bekerja dengan baik, tetap memenuhi ekspektasi, tapi <strong>tidak lagi mau mengorbankan diri demi perusahaan<\/strong>. Quiet quitting bukan tentang menurunkan kualitas kerja. Quiet quitting adalah tentang <strong>batasan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fakta yang Harus Kamu Ketahui<\/h2>\n\n\n\n<p>fenomena ini bukan sekadar tren media, tetapi cerminan perubahan besar dalam budaya kerja modern. Data Gallup 2024 mencatat bahwa <strong>lebih dari 50% pekerja global kini termasuk kategori quiet quitters<\/strong>, yang berarti sebagian besar tenaga kerja memilih untuk bekerja sesuai kontrak tanpa memberikan performa ekstra yang tidak dibayar. Menariknya, negara-negara dengan <strong>jam kerja tinggi justru memiliki tingkat quiet quitting yang lebih besar<\/strong>, seolah menjadi bukti bahwa tekanan berlebihan dan ritme kerja yang tidak manusiawi hanya menciptakan kelelahan, bukan produktivitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Quiet quitting sendiri bukanlah tanda kemalasan atau menurunnya kinerja, melainkan <strong>penolakan terhadap beban tambahan tanpa kompensasi dan tanpa batasan yang jelas<\/strong>. Fenomena ini semakin kuat di kalangan Gen Z, generasi yang paling vokal dalam memperjuangkan <strong>work-life balance<\/strong>, kesehatan mental, dan lingkungan kerja yang manusiawi. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang menghargai batasan, waktu personal, dan kesejahteraan karyawan memiliki <strong>tingkat retensi hingga 35% lebih tinggi<\/strong>, dibandingkan perusahaan yang mengharapkan \u201cloyalitas ekstra\u201d tanpa dukungan yang sepadan. Semua ini menegaskan bahwa quiet quitting bukan sekadar sikap diam-diam, tetapi sinyal sosial bahwa pekerja ingin hubungan kerja yang lebih adil, sehat, dan seimbang.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kenapa Fenomena Quiet Quitting Semakin Besar?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Burnout Kolektif yang Tidak Tertangani<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Riset Gallup menemukan bahwa 60% pekerja Gen Z mengalami gejala burnout sejak awal karier. Mereka memasuki dunia kerja di tengah pandemi, ketidakstabilan ekonomi, dan ekspektasi produktivitas tanpa batas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Perubahan Nilai Hidup<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Generasi ini lebih menghargai:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>kesehatan mental,<\/li>\n\n\n\n<li>waktu pribadi,<\/li>\n\n\n\n<li>keseimbangan hidup,<\/li>\n\n\n\n<li>pekerjaan yang selaras nilai diri.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Buat mereka, hidup bukan hanya \u201ckerja \u2192 tidur \u2192 kerja\u201d.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Trauma Budaya Kerja Toxic<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak Gen Z melihat orang tuanya bekerja keras hingga sakit, stres, bahkan burnout. Mereka belajar dari pengalaman generasi sebelumnya dan memilih tidak mengulang pola itu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Era Digital + Informasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Mereka melihat tren global, membaca studi psikologi kerja, dan lebih sadar tentang hak dan batas diri. Awareness-nya jauh lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Psikologi di Balik Quiet Quitting<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Quiet quitting muncul bukan karena \u201cmalas\u201d, tapi karena:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Overload emosional.<\/strong><br>Otak yang lama berada dalam mode stres kehilangan motivasi jangka panjang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Detachment sebagai mekanisme bertahan.<\/strong><br>Untuk menghindari burnout, otak memutus koneksi emosional dengan pekerjaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kebutuhan otonomi.<\/strong><br>Generasi muda lebih suka pekerjaan yang memberi kendali, bukan tekanan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Krisis makna.<\/strong><br>Banyak pekerja merasa perusahaan tidak lagi memberi penghargaan setimpal dengan effort mereka.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, quiet quitting adalah reaksi psikologis alami terhadap sistem kerja yang tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak Quiet Quitting: Positif &amp; Negatif<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Dampak Positif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengurangi kelelahan mental<\/li>\n\n\n\n<li>Membuat batasan hidup lebih sehat<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan kesadaran akan hak pekerja<\/li>\n\n\n\n<li>Mengurangi tekanan lembur<\/li>\n\n\n\n<li>Mendorong kultur kerja lebih manusiawi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Dampak Negatif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bisa menurunkan engagement tim jika tidak dikomunikasikan<\/li>\n\n\n\n<li>Produktivitas jangka panjang bisa stagnan<\/li>\n\n\n\n<li>Hubungan dengan atasan menjadi dingin<\/li>\n\n\n\n<li>Potensi karier bisa terhambat jika tidak seimbang<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Kuncinya: Quiet quitting bukan harus dihindari, tapi harus dipahami dan dikelola dengan benar.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Generasi Quiet Quitting Tetap Produktif Tanpa Kehilangan Diri?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>1. Tetapkan Batas Kerja Sehat<\/strong><br>Hanya kerjakan tugas dalam jam kerja. Jangan merasa harus selalu siap 24\/7.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Komunikasikan Kapasitas<\/strong><br>Bicarakan beban kerja yang tidak masuk akal. Transparansi penting agar tidak terjadi miskomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Fokus pada Kualitas, Bukan Jam Kerja<\/strong><br>Kerja cerdas jauh lebih dihargai daripada kerja panjang tapi tanpa hasil jelas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Bangun Sistem Ritme (Contoh: 90\/30)<\/strong><br>Keselarasan dengan ritme alami otak membuat energi lebih stabil dan produktivitas meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Jaga Ruang Pribadi<\/strong><br>Pastikan ada waktu untuk hobi, istirahat, relasi sehat, dan eksplorasi diri. Work-life balance bukan kemewahan, tapi kebutuhan biologis.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Quiet Quitting vs Resign, Apa Bedanya?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Aspek<\/th><th>Quiet Quitting<\/th><th>Resign<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Status<\/td><td>Tetap bekerja<\/td><td>Berhenti<\/td><\/tr><tr><td>Motivasi<\/td><td>Mengurangi tekanan<\/td><td>Mencari peluang baru<\/td><\/tr><tr><td>Dampak<\/td><td>Menjaga energi mental<\/td><td>Perubahan besar<\/td><\/tr><tr><td>Fokus<\/td><td>Batasan diri<\/td><td>Keluar dari sistem<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Quiet quitting bukan jalan keluar dari pekerjaan buruk, tapi cara bertahan saat sistem tidak mendukung.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/fenomena-hustle-culture-apakah-bekerja-keras-selalu-benar\/\">Fenomena Hustle Culture, Apakah Bekerja Keras Selalu Benar?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>FAQ Seputar Generasi Quiet Quitting<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>1. Apakah Quiet Quitting berarti malas bekerja?<\/strong><br>Tidak. Quiet quitting berarti bekerja sesuai jobdesc tanpa tambahan tidak dibayar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Kenapa Gen Z paling banyak melakukan quiet quitting?<\/strong><br>Karena mereka lebih sadar akan kesehatan mental dan menolak budaya kerja toxic.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Apakah quiet quitting merugikan perusahaan?<\/strong><br>Hanya jika manajemen gagal memahami kebutuhan karyawan. Banyak perusahaan justru jadi lebih sehat karenanya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Apakah quiet quitting buruk untuk karier?<\/strong><br>Tidak jika dilakukan dengan batasan sehat. Buruk jika ekstrem hingga tidak peduli kualitas pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Bagaimana cara perusahaan mengatasi quiet quitting?<\/strong><br>Dengan mendengarkan, memberi penghargaan setimpal, dan menciptakan lingkungan kerja manusiawi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mari Usahakan Membangun Lingkungan Kerja yang Sehat<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Quiet quitting bukan hanya sekadar tren yang sedang terjadi. Ini adalah sinyal besar bahwa generasi kita butuh cara kerja baru yang lebih manusiawi, lebih sehat, dan lebih selaras dengan hidup yang bermakna.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Yuk, temukan lebih banyak panduan praktis untuk belajar, bekerja, dan berkembang bareng <a href=\"http:\/\/eksam.id\">Eksam<\/a> \u2013 Teman Belajar Kamu!<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, Teman Eksam! Teman Eksam mungkin sudah sering dengar istilah quiet quitting, yaitu tren ketika seseorang bekerja \u201csecukupnya saja\u201d tanpa &#8230; <\/p>\n<p class=\"read-more-container\"><a title=\"Generasi Quiet Quitting, Fenomena Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Bekerja\" class=\"read-more button\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/#more-3139\" aria-label=\"Read more about Generasi Quiet Quitting, Fenomena Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Bekerja\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3142,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[342],"class_list":["post-3139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi","tag-generasi-quiet-quitting","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","resize-featured-image"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Generasi Quiet Quitting, Fenomena Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Bekerja - EKSAM.ID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Fenomena Generasi Quiet Quitting makin marak di dunia kerja. Kenali penyebab, dampak, dan fakta ilmiahnya, selengkapnya disini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Generasi Quiet Quitting, Fenomena Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Bekerja - EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Fenomena Generasi Quiet Quitting makin marak di dunia kerja. Kenali penyebab, dampak, dan fakta ilmiahnya, selengkapnya disini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-11T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Generasi-Quiet-Quitting-1024x683.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"EKSAM.ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\"},\"headline\":\"Generasi Quiet Quitting, Fenomena Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Bekerja\",\"datePublished\":\"2025-12-11T03:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\\\/\"},\"wordCount\":903,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/Generasi-Quiet-Quitting.png\",\"keywords\":[\"Generasi Quiet Quitting\"],\"articleSection\":[\"INFORMASI\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\\\/\",\"name\":\"Generasi Quiet Quitting, Fenomena Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Bekerja - EKSAM.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/Generasi-Quiet-Quitting.png\",\"datePublished\":\"2025-12-11T03:00:00+00:00\",\"description\":\"Fenomena Generasi Quiet Quitting makin marak di dunia kerja. Kenali penyebab, dampak, dan fakta ilmiahnya, selengkapnya disini!\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/Generasi-Quiet-Quitting.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/Generasi-Quiet-Quitting.png\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"description\":\"Teman Belajar Kamu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logo_hitam.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logo_hitam.png\",\"width\":950,\"height\":242,\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/eksam.id\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/eksam_id\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/author\\\/alya\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Generasi Quiet Quitting, Fenomena Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Bekerja - EKSAM.ID","description":"Fenomena Generasi Quiet Quitting makin marak di dunia kerja. Kenali penyebab, dampak, dan fakta ilmiahnya, selengkapnya disini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Generasi Quiet Quitting, Fenomena Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Bekerja - EKSAM.ID","og_description":"Fenomena Generasi Quiet Quitting makin marak di dunia kerja. Kenali penyebab, dampak, dan fakta ilmiahnya, selengkapnya disini!","og_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/","og_site_name":"EKSAM.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","article_published_time":"2025-12-11T03:00:00+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Generasi-Quiet-Quitting-1024x683.png","type":"image\/png"}],"author":"EKSAM.ID","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eksam_id","twitter_site":"@eksam_id","twitter_misc":{"Written by":"EKSAM.ID","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/"},"author":{"name":"EKSAM.ID","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a"},"headline":"Generasi Quiet Quitting, Fenomena Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Bekerja","datePublished":"2025-12-11T03:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/"},"wordCount":903,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Generasi-Quiet-Quitting.png","keywords":["Generasi Quiet Quitting"],"articleSection":["INFORMASI"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/","name":"Generasi Quiet Quitting, Fenomena Diam-Diam yang Mengubah Cara Kita Bekerja - EKSAM.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Generasi-Quiet-Quitting.png","datePublished":"2025-12-11T03:00:00+00:00","description":"Fenomena Generasi Quiet Quitting makin marak di dunia kerja. Kenali penyebab, dampak, dan fakta ilmiahnya, selengkapnya disini!","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/generasi-quiet-quitting-fenomena-diam-diam-yang-mengubah-cara-kita-bekerja\/#primaryimage","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Generasi-Quiet-Quitting.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Generasi-Quiet-Quitting.png","width":1536,"height":1024},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","name":"EKSAM.ID","description":"Teman Belajar Kamu","publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization","name":"EKSAM.ID","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","width":950,"height":242,"caption":"EKSAM.ID"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","https:\/\/x.com\/eksam_id"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a","name":"EKSAM.ID","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","caption":"EKSAM.ID"},"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/author\/alya\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Generasi-Quiet-Quitting.png","jetpack-related-posts":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3139"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3160,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3139\/revisions\/3160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}