{"id":3551,"date":"2026-01-27T02:00:00","date_gmt":"2026-01-26T19:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?p=3551"},"modified":"2026-01-28T10:03:00","modified_gmt":"2026-01-28T03:03:00","slug":"sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/","title":{"rendered":"Sejarah Uang, Dari Barter Sampai Era Digital"},"content":{"rendered":"\n<p>Halo, Teman Eksam!<\/p>\n\n\n\n<p>Pernahkah kamu berpikir bagaimana manusia bisa menukar nilai tanpa uang? Jawabannya ada pada sejarah panjang konsep <strong>uang<\/strong>, yang dimulai dari sistem barter sampai bentuk digital seperti cryptocurrency saat ini. Uang bukan sekadar benda fisik, melainkan <strong>cerminan kebutuhan sosial, ekonomi, dan kepercayaan masyarakat sepanjang peradaban manusia<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang sejarah uang, bagaimana ia berevolusi dari barter, dan mengapa bentuknya terus berubah hingga era teknologi digital seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Awal Kelam Sistem Tukar, Barter sebagai Titik Awal Sejarah Uang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum adanya uang, manusia melakukan transaksi melalui <strong>sistem barter<\/strong>, yakni pertukaran barang dengan barang atau jasa dengan jasa. Contohnya, seorang petani menukar sekantung beras dengan sepasang sandal dari pembuat sepatu. Meskipun sederhana, sistem barter memiliki keterbatasan besar, terutama <em>double coincidence of wants<\/em>, yaitu kesulitan menemukan dua orang yang saling membutuhkan barang yang ditawarkan masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena keterbatasan ini, masyarakat mulai mencari alat tukar yang lebih mudah diterima oleh banyak pihak, dari kerang dan garam, hingga barang lain yang memiliki nilai lebih stabil.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Uang Komoditas, Ketika Barang Bernilai Jadi Standar Tukar<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Transisi selanjutnya dalam sejarah uang adalah munculnya <em>uang komoditas<\/em>. Ketika barang seperti garam, kerang, atau logam mulia mulai digunakan sebagai alat tukar, itu dianggap lebih praktis daripada barter langsung. Karena barang-barang tersebut dianggap bernilai oleh banyak orang, mereka secara luas diterima dalam transaksi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lahirnya Uang Logam, Standar Penyederhanaan Transaksi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tahap berikutnya adalah <strong>uang logam<\/strong>, yang muncul ketika masyarakat mulai mencetak koin dari logam mulia atau logam lain yang mudah dikenali dan ditimbang. Menurut catatan sejarah, salah satu bentuk uang logam paling awal adalah koin yang menyerupai bentuk alat pertanian di China kuno sekitar abad ke-7 SM.<\/p>\n\n\n\n<p>Keuntungan uang logam adalah konsistensi dalam bentuk dan beratnya, sehingga transaksi jadi lebih sederhana dibandingkan barter atau bahkan uang komoditas.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Revolusi Uang Kertas, Praktis dan Modern<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah uang logam mulai tersebar luas, masyarakat terutama di Tiongkok mengalami <em>batasan logistik<\/em> karena logam yang sulit dibawa dalam jumlah besar. Untuk mengatasi hal ini, muncullah <strong>uang kertas pertama<\/strong> dalam sejarah uang modern. Perkembangan ini mulai dikenal di Tiongkok pada abad ke-11 di bawah Dinasti Song, yakni dengan bentuk awal bernama <em>jiaozi<\/em> yang menjadi cikal bakal uang kertas.<\/p>\n\n\n\n<p>Popularitas uang kertas kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, meskipun butuh waktu cukup lama hingga negara-negara lain menerapkannya secara resmi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perkembangan Uang di Indonesia, Dari Logam Hingga Rupiah<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Di wilayah Nusantara (kini Indonesia), sejarah uang juga mengalami tahapan penting. Pada masa kerajaan, masyarakat sudah menggunakan <strong>koin logam dari emas dan perak<\/strong>, serta manik-manik sebagai alat tukar sebelum uang kertas dikenal luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Berlanjut ke masa kolonial, kita mengenal uang VOC dan mata uang lain yang diperkenalkan oleh penjajah Belanda. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, pemerintah Indonesia mengeluarkan uang resmi pertama bernama <strong>Oeang Republik Indonesia (ORI)<\/strong> pada tahun 1946, dan selanjutnya kemudian ditetapkan sebagai <strong>Rupiah<\/strong> pada tahun 1952 sebagai alat pembayaran yang sah.<\/p>\n\n\n\n<p>Perkembangan uang di Indonesia menunjukkan perubahan sosial dan politik \u2014 dari kemerdekaan, stabilisasi ekonomi, hingga reformasi moneter.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Uang dalam Peradaban Modern<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Uang bukan sekadar alat tukar. Ketika masyarakat sudah mengenal uang, fungsi uang terus berkembang dan memberi dampak besar pada struktur ekonomi manusia. Berikut beberapa fungsi utama uang secara umum:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Alat tukar dalam transaksi barang dan jasa<\/li>\n\n\n\n<li>Satuan hitung untuk menentukan nilai dan harga<\/li>\n\n\n\n<li>Alat penyimpan nilai yang memungkinkan orang menabung atau berinvestasi<\/li>\n\n\n\n<li>Alat penunda pembayaran untuk transaksi masa depan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Fungsi-fungsi ini mencerminkan peran uang sebagai pondasi sistem ekonomi modern yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kemajuan Uang Elektronik &amp; Mata Uang Digital<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Seiring teknologi berkembang, bentuk uang juga berubah dari fisik ke digital. Pada abad ke-20 akhir dan 21, uang elektronik seperti kartu kredit, dompet digital, hingga aplikasi pembayaran menjadi semakin populer, terutama di negara maju dan berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh lagi, munculnya <strong>mata uang kripto atau cryptocurrency<\/strong> seperti <em>Bitcoin<\/em> sejak 2009 menandai era baru dalam sejarah uang. Kripto tidak berbentuk fisik, melainkan eksis secara digital dengan sistem keamanan dan pencatatan menggunakan <em>blockchain<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Inovasi ini menunjukkan bagaimana konsep uang terus berkembang mengikuti kebutuhan dan kemajuan teknologi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Sejarah Uang Penting untuk Dipahami Teman Eksam?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Memahami sejarah uang bukan sekadar pengetahuan akademis. Sejarah ini membantu kita menyadari bahwa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Uang bukan hal statis, tetapi konsep dinamis yang berubah bersama masyarakat dan teknologi.<\/li>\n\n\n\n<li>Alat media ekonomi yang kita gunakan sekarang memiliki akar panjang yang berasal dari kebutuhan manusia untuk bersosialisasi dan berdagang.<\/li>\n\n\n\n<li>Evolusi uang membentuk sistem ekonomi global dan kebijakan moneter negara modern.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sejarah uang juga menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam sistem pembayaran atau teknologi bisa membawa dampak luas dalam kehidupan ekonomi sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/aplikasi-finansial-untuk-mengatur-uang-saku\/\" type=\"post\" id=\"2104\">5 Aplikasi Finansial untuk Mengatur Uang Saku<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>FAQ Seputar Sejarah Uang<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>1. Apa itu uang dalam konteks sejarah?<\/strong><br>Uang adalah alat tukar yang disepakati secara sosial dalam suatu masyarakat untuk memfasilitasi pertukaran produk dan jasa, menggantikan sistem barter yang lebih rumit.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Kapan uang kertas pertama kali diperkenalkan?<\/strong><br>Uang kertas pertama kali muncul di Tiongkok sekitar abad ke-11, menjadi salah satu inovasi besar dalam sejarah perkembangan uang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Bagaimana sejarah uang di Indonesia?<\/strong><br>Di Indonesia, penggunaan alat tukar dimulai dari koin logam era kerajaan, berlanjut ke mata uang kolonial, hingga uang resmi pertama Rp sebagai Rupiah setelah kemerdekaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Apa perbedaan utama antara uang fisik dan digital?<\/strong><br>Uang fisik berbentuk koin dan kertas yang nyata, sedangkan uang digital berbentuk elektronik atau kripto yang dapat dipakai tanpa fisik melalui sistem digital.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Mengapa uang kripto dianggap bagian dari sejarah uang?<\/strong><br>Karena kripto mewakili bentuk terbaru dari evolusi uang yang dipengaruhi teknologi, memperkenalkan transaksi terdesentralisasi melalui blockchain.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-large-font-size\"><strong>Apa Kesimpulan yang Kamu Dapat?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Teman Eksam, sejarah uang menunjukkan betapa kompleks dan dinamisnya alat yang setiap hari kita pegang. Dari barter sederhana, komoditas berharga, logam, hingga uang kertas dan digital,  semuanya mencerminkan kebutuhan masyarakat untuk lebih mudah bertukar dan bekerja sama. Sejarah uang bukan hanya cerita tentang koin dan kertas, tetapi juga tentang bagaimana manusia membangun ekonomi, teknologi, dan kepercayaan sosial yang saling terkait.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Yuk, temukan lebih banyak panduan praktis untuk belajar, bekerja, dan berkembang bareng <a href=\"http:\/\/eksam.id\">Eksam<\/a> \u2013 Teman Belajar Kamu!<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, Teman Eksam! Pernahkah kamu berpikir bagaimana manusia bisa menukar nilai tanpa uang? Jawabannya ada pada sejarah panjang konsep uang, &#8230; <\/p>\n<p class=\"read-more-container\"><a title=\"Sejarah Uang, Dari Barter Sampai Era Digital\" class=\"read-more button\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/#more-3551\" aria-label=\"Read more about Sejarah Uang, Dari Barter Sampai Era Digital\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3555,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3551","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","resize-featured-image"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sejarah Uang, Dari Barter Sampai Era Digital - EKSAM.ID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ketahui perjalanan panjang sejarah uang dari sistem barter hingga uang digital dan kripto. Selengkapnya disini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Uang, Dari Barter Sampai Era Digital - EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketahui perjalanan panjang sejarah uang dari sistem barter hingga uang digital dan kripto. Selengkapnya disini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-26T19:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-28T03:03:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Sejarah-Uang.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"EKSAM.ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\"},\"headline\":\"Sejarah Uang, Dari Barter Sampai Era Digital\",\"datePublished\":\"2026-01-26T19:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-28T03:03:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\\\/\"},\"wordCount\":963,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Sejarah-Uang.png\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\\\/\",\"name\":\"Sejarah Uang, Dari Barter Sampai Era Digital - EKSAM.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Sejarah-Uang.png\",\"datePublished\":\"2026-01-26T19:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-28T03:03:00+00:00\",\"description\":\"Ketahui perjalanan panjang sejarah uang dari sistem barter hingga uang digital dan kripto. Selengkapnya disini!\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Sejarah-Uang.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Sejarah-Uang.png\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"description\":\"Teman Belajar Kamu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logo_hitam.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logo_hitam.png\",\"width\":950,\"height\":242,\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/eksam.id\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/eksam_id\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/author\\\/alya\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Uang, Dari Barter Sampai Era Digital - EKSAM.ID","description":"Ketahui perjalanan panjang sejarah uang dari sistem barter hingga uang digital dan kripto. Selengkapnya disini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Uang, Dari Barter Sampai Era Digital - EKSAM.ID","og_description":"Ketahui perjalanan panjang sejarah uang dari sistem barter hingga uang digital dan kripto. Selengkapnya disini!","og_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/","og_site_name":"EKSAM.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","article_published_time":"2026-01-26T19:00:00+00:00","article_modified_time":"2026-01-28T03:03:00+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Sejarah-Uang.png","type":"image\/png"}],"author":"EKSAM.ID","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eksam_id","twitter_site":"@eksam_id","twitter_misc":{"Written by":"EKSAM.ID","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/"},"author":{"name":"EKSAM.ID","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a"},"headline":"Sejarah Uang, Dari Barter Sampai Era Digital","datePublished":"2026-01-26T19:00:00+00:00","dateModified":"2026-01-28T03:03:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/"},"wordCount":963,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Sejarah-Uang.png","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/","name":"Sejarah Uang, Dari Barter Sampai Era Digital - EKSAM.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Sejarah-Uang.png","datePublished":"2026-01-26T19:00:00+00:00","dateModified":"2026-01-28T03:03:00+00:00","description":"Ketahui perjalanan panjang sejarah uang dari sistem barter hingga uang digital dan kripto. Selengkapnya disini!","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-uang-dari-barter-sampai-era-digital\/#primaryimage","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Sejarah-Uang.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Sejarah-Uang.png","width":1536,"height":1024},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","name":"EKSAM.ID","description":"Teman Belajar Kamu","publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization","name":"EKSAM.ID","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","width":950,"height":242,"caption":"EKSAM.ID"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","https:\/\/x.com\/eksam_id"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a","name":"EKSAM.ID","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","caption":"EKSAM.ID"},"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/author\/alya\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Sejarah-Uang.png","jetpack-related-posts":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3551"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3551\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3554,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3551\/revisions\/3554"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}