{"id":3652,"date":"2026-02-14T09:00:00","date_gmt":"2026-02-14T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?p=3652"},"modified":"2026-02-13T15:03:29","modified_gmt":"2026-02-13T08:03:29","slug":"sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/","title":{"rendered":"Sejarah Valentine dan Alasan 14 Februari Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang"},"content":{"rendered":"\n<p>Halo, Teman Eksam!<\/p>\n\n\n\n<p>Pasti sering melihat <strong>ucapan Valentine<\/strong> di media sosial setiap tanggal <em>14 Februari<\/em>, dengan pesan cinta, hadiah bunga, dan cokelat. Tapi pernahkah kamu bertanya, <strong>mengapa 14 Februari menjadi hari kasih sayang? Apa sejarah Valentine sebenarnya?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini kita akan mengulas <strong>asal usul Valentine<\/strong>, bagaimana tradisi cinta ini berkembang dari masa ke masa, dan alasan kenapa 14 Februari dirayakan sebagai <em>Hari Valentine<\/em>. Ini bukan sekadar cerita romantis, tapi gabungan sejarah, legenda, dan tradisi budaya yang menarik!<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Asal Usul Nama \u201cValentine\u201d<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Nama <em>Valentine<\/em> berasal dari seorang martir Kristiani bernama <strong>Santo Valentinus (Saint Valentine)<\/strong> pada abad ke-3 Masehi di Roma. Ada beberapa versi cerita tentang siapa Valentine itu, tapi yang paling dikenal adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ia adalah seorang <strong>imam yang menikahkan pasangan muda secara diam-diam<\/strong>, padahal Kaisar Romawi kala itu melarang pernikahan agar pria tetap fokus jadi tentara.<\/li>\n\n\n\n<li>Atas perbuatannya, ia dipenjara dan akhirnya dihukum mati pada <strong>14 Februari tahun 269 M<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Karena keberaniannya mempertahankan cinta dan komitmen, kemudian gereja menetapkan <strong>tanggal kematiannya, 14 Februari, sebagai hari memperingati Saint Valentine<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dari Perayaan Agama ke Tradisi Cinta Romantis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Seiring waktu, tanggal 14 Februari yang awalnya peringatan seorang martir berubah menjadi simbol <strong>kasih sayang dan cinta romantis<\/strong> karena beberapa alasan sejarah dan budaya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hubungan dengan Perayaan Lupercalia<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada masa Romawi kuno, ada festival <em>Lupercalia<\/em> setiap pertengahan Februari yang merayakan kesuburan dan cinta. Meskipun gereja kemudian melarang praktik festival tersebut, tanggalnya terus melekat dengan tema cinta.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sastra Abad Pertengahan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada abad ke-14, penulis seperti <strong>Geoffrey Chaucer<\/strong> dan puisi-puisi cinta mulai mengabadikan 14 Februari sebagai momen ketika burung dan manusia mencari pasangan, ini memperkuat hubungan tanggal tersebut dengan <strong>kasih sayang romantis<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Tradisi Valentine Berkembang di Dunia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sejak masa pertengahan hingga era modern, tradisi Valentine terus berevolusi. Teman Eksam mungkin familiar dengan hal-hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Memberi Kartu Ucapan<\/strong><br>Sejak abad ke-18 di Inggris, orang mulai memberi kartu cinta pada pasangan atau teman. Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai negara.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hadiah Cokelat &amp; Bunga<\/strong><br>Di Jepang dan Korea, memberi cokelat Valentine jadi tradisi populer. Di banyak negara lain, bunga terutama mawar merah, menjadi lambang cinta pada 14 Februari.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ucapan di Media Sosial<\/strong> <br>Era digital makin menguatkan tradisi Valentine dengan ucapan dan foto bertebaran di platform online setiap tahunnya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Makna Valentine Lebih Luas dari Romantis Saja<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Meski sering identik dengan cinta pasangan, sebenarnya <strong>Valentine bisa dirayakan dalam berbagai bentuk kasih sayang<\/strong>, misalnya:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Cinta Keluarga<br>Teman Eksam bisa memberi perhatian atau ucapan pada orang tua, saudara, atau anggota keluarga yang kamu sayangi.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Cinta Persahabatan<br>Beberapa negara punya tradisi <em>Friendship Valentine<\/em>, di mana teman juga saling memberi kartu atau hadiah sebagai simbol persahabatan.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Cinta pada Sesama<br>Valentine juga bisa jadi momen berbagi kebaikan, sedekah, atau dukungan bagi yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fakta Menarik tentang Hari Valentine<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Teman Eksam, ini beberapa fakta unik yang mungkin belum kamu tahu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Valentine bukan hanya untuk pasangan romantis.<\/strong> Di beberapa budaya, ucapan Valentine juga diberikan ke keluarga dan sahabat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tidak semua negara merayakan Valentine secara luas.<\/strong> Di beberapa negara, tradisi ini justru menuai kritik karena dianggap terlalu komersial.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bunga mawar merah jadi simbol cinta kuat.<\/strong> Tradisi memberi mawar merah khususnya dipopulerkan oleh Ratu Victoria di Inggris.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hadiah Valentine menggerakkan ekonomi besar.<\/strong> Penjualan cokelat, bunga, dan kartu ucapan tiap 14 Februari memicu lonjakan ekonomi ritel di banyak negara.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/asal-usul-nama-indonesia-bagaimana-bisa-menjadi-nama-resmi-negara\/\" type=\"post\" id=\"2831\">Asal Usul Nama Indonesia, Bagaimana Bisa Menjadi Nama Resmi Negara?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>FAQ Seputar Sejarah Valentine<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>1. Siapa itu Saint Valentine?<\/strong><br>Saint Valentine adalah seorang imam di Roma abad ke-3 yang dikenal menikahkan pasangan muda secara diam-diam dan akhirnya dihukum mati pada 14 Februari.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Kenapa 14 Februari disebut Hari Valentine?<\/strong><br>Tanggal itu dipilih untuk memperingati kematian Saint Valentine, dan kemudian dihubungkan dengan tema cinta melalui tradisi sastra dan budaya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Apakah Valentine cuma buat pasangan pacaran?<\/strong><br>Tidak. Valentine bisa dirayakan sebagai bentuk kasih sayang terhadap keluarga, sahabat, atau sesama yang kita sayangi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Dari mana tradisi memberi bunga dan cokelat?<\/strong><br>Tradisi ini berkembang dari kebiasaan abad ke-18 dan terus berevolusi hingga era modern, di mana hadiah simbolis jadi bagian dari ekspresi cinta.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Apakah semua negara merayakan Hari Valentine?<\/strong><br>Tidak semua, namun banyak negara merayakannya dengan tradisi lokal masing-masing, beberapa tetap skeptis terhadap aspek komersialnya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Kesimpulan yang Kamu Dapatkan?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Teman Eksam, sejarah Valentine lebih kompleks daripada sekadar hari \u201cngasih cokelat dan mawar\u201d. Ini adalah perjalanan panjang dari abad ke-3, legenda martir, festival kuno, hingga evolusi budaya global yang memaknai kasih sayang dalam berbagai bentuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengetahui <strong>sejarah Valentine dan alasan 14 Februari jadi hari kasih sayang<\/strong> akan membuatmu merayakannya dengan pemahaman yang lebih bijak dan bermakna. Entah itu untuk pasangan, keluarga, atau sahabat, Valentine adalah momen yang tepat untuk merayakan <strong>cinta dalam segala bentuknya<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Yuk, temukan lebih banyak panduan praktis untuk belajar, bekerja, dan berkembang bareng <a href=\"http:\/\/eksam.id\">Eksam<\/a> \u2013 Teman Belajar Kamu!<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, Teman Eksam! Pasti sering melihat ucapan Valentine di media sosial setiap tanggal 14 Februari, dengan pesan cinta, hadiah bunga, &#8230; <\/p>\n<p class=\"read-more-container\"><a title=\"Sejarah Valentine dan Alasan 14 Februari Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang\" class=\"read-more button\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/#more-3652\" aria-label=\"Read more about Sejarah Valentine dan Alasan 14 Februari Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3653,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[425],"class_list":["post-3652","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi","tag-sejarah-valentine","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","resize-featured-image"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sejarah Valentine dan Alasan 14 Februari Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang - EKSAM.ID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"kenali sejarah Valentine dan alasan 14 Februari jadi hari kasih sayang. Dari legenda Santo Valentinus, sampai evolusinya jadi budaya global.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Valentine dan Alasan 14 Februari Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang - EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"kenali sejarah Valentine dan alasan 14 Februari jadi hari kasih sayang. Dari legenda Santo Valentinus, sampai evolusinya jadi budaya global.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-14T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Sejarah-Valentine.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"EKSAM.ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\"},\"headline\":\"Sejarah Valentine dan Alasan 14 Februari Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang\",\"datePublished\":\"2026-02-14T02:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\\\/\"},\"wordCount\":759,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/Sejarah-Valentine.png\",\"keywords\":[\"Sejarah Valentine\"],\"articleSection\":[\"INFORMASI\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\\\/\",\"name\":\"Sejarah Valentine dan Alasan 14 Februari Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang - EKSAM.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/Sejarah-Valentine.png\",\"datePublished\":\"2026-02-14T02:00:00+00:00\",\"description\":\"kenali sejarah Valentine dan alasan 14 Februari jadi hari kasih sayang. Dari legenda Santo Valentinus, sampai evolusinya jadi budaya global.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/Sejarah-Valentine.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/Sejarah-Valentine.png\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"description\":\"Teman Belajar Kamu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logo_hitam.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logo_hitam.png\",\"width\":950,\"height\":242,\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/eksam.id\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/eksam_id\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/author\\\/alya\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Valentine dan Alasan 14 Februari Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang - EKSAM.ID","description":"kenali sejarah Valentine dan alasan 14 Februari jadi hari kasih sayang. Dari legenda Santo Valentinus, sampai evolusinya jadi budaya global.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Valentine dan Alasan 14 Februari Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang - EKSAM.ID","og_description":"kenali sejarah Valentine dan alasan 14 Februari jadi hari kasih sayang. Dari legenda Santo Valentinus, sampai evolusinya jadi budaya global.","og_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/","og_site_name":"EKSAM.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","article_published_time":"2026-02-14T02:00:00+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Sejarah-Valentine.png","type":"image\/png"}],"author":"EKSAM.ID","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eksam_id","twitter_site":"@eksam_id","twitter_misc":{"Written by":"EKSAM.ID","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/"},"author":{"name":"EKSAM.ID","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a"},"headline":"Sejarah Valentine dan Alasan 14 Februari Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang","datePublished":"2026-02-14T02:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/"},"wordCount":759,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Sejarah-Valentine.png","keywords":["Sejarah Valentine"],"articleSection":["INFORMASI"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/","name":"Sejarah Valentine dan Alasan 14 Februari Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang - EKSAM.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Sejarah-Valentine.png","datePublished":"2026-02-14T02:00:00+00:00","description":"kenali sejarah Valentine dan alasan 14 Februari jadi hari kasih sayang. Dari legenda Santo Valentinus, sampai evolusinya jadi budaya global.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/sejarah-valentine-dan-alasan-14-februari-dirayakan-sebagai-hari-kasih-sayang\/#primaryimage","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Sejarah-Valentine.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Sejarah-Valentine.png","width":1536,"height":1024},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","name":"EKSAM.ID","description":"Teman Belajar Kamu","publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization","name":"EKSAM.ID","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","width":950,"height":242,"caption":"EKSAM.ID"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","https:\/\/x.com\/eksam_id"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a","name":"EKSAM.ID","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","caption":"EKSAM.ID"},"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/author\/alya\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Sejarah-Valentine.png","jetpack-related-posts":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3652"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3652\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3654,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3652\/revisions\/3654"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}