{"id":3695,"date":"2026-02-23T14:00:00","date_gmt":"2026-02-23T07:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?p=3695"},"modified":"2026-02-23T11:51:02","modified_gmt":"2026-02-23T04:51:02","slug":"bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/","title":{"rendered":"Bagaimana Orang Zaman Dulu Membuat Peta? Teknologi Kuno yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia"},"content":{"rendered":"\n<p>Halo, Teman Eksam!<\/p>\n\n\n\n<p>Tahukah kamu, manusia sudah membuat peta jauh <strong>sebelum ada satelit, GPS, atau peta digital di smartphone?<\/strong> Peta bukan hanya gambar, itu adalah cara ilmuwan, pelaut, petualang, dan raja memahami dunia dan perencanaan perjalanan. Sejarah pembuatan peta (<strong>cartography<\/strong>) menunjukkan bahwa meskipun teknologi terbatas, kreativitas dan kecerdasan manusia membuatnya sangat efektif di jamannya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Peta Pertama dalam Sejarah: Clay Tablet dari Mesopotamia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa peta tertua yang ditemukan dibuat oleh peradaban Babilonia sekitar <strong>2500\u20132400 SM<\/strong>. Mereka menggambar gambaran wilayah di <strong>tablet tanah liat<\/strong> sebagai alat administrasi, seperti menentukan batas wilayah, jalur perdagangan, dan pemerintahan kerajaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Peta-peta ini tidak setepat peta modern, tetapi sudah menunjukkan <strong>pemahaman geografis awal manusia tentang ruang dan tempat<\/strong>. Itu menunjukkan manusia sejak dulu punya rasa ingin tahu tinggi terhadap lingkungan mereka.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bahan dan Metode Kartografi Kuno<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Clay, Batu, dan Kayu Sebagai Media<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Di zaman kuno, peta sering digambar di <strong>clay tablet, batu, kayu, dan kulit binatang.<\/strong> Tekniknya sangat sederhana: mengukir atau menggambar batas wilayah, sungai, jalan, dan simbol lain dengan pigmen atau ukiran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Skala dan Observasi Lapangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tanpa satelit, orang zaman dulu menggunakan pengamatan langsung untuk mendapatkan gambaran jarak dan bentuk wilayah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penjelajahan dan perjalanan<\/strong> sebagai sumber utama informasi geografis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Langkah kaki, waktu tempuh, dan bintang<\/strong> digunakan untuk mengukur jarak dan arah sebelum konsep latitud dan longitud populer.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Landmark alami<\/strong> seperti gunung dan sungai menjadi titik referensi utama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ini mirip dengan cara seseorang membuat peta lingkungan sekitarnya sebelum GPS: berjalan, mengamati, lalu menggambarkan seakurat mungkin berdasarkan pengetahuan yang ada.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perkembangan Ilmu Pemetaan: Dari Ilmiah Sampai Matematis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Ptolemy dan Koordinat Garis Bujur &amp; Lintang<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada abad ke-2 Masehi, <strong>Claudius Ptolemy<\/strong> mengembangkan sistem yang sangat berpengaruh dalam sejarah peta menggunakan <strong>koordinat garis lintang dan bujur<\/strong> untuk menunjukkan lokasi. Sistem ini menjadi dasar banyak peta selama berabad-abad.<\/p>\n\n\n\n<p>Ptolemy mengumpulkan data dari pelaut dan pelancong untuk membuat atlas yang menunjukan posisi lebih dari 8.000 tempat yang dikenal saat itu, sebuah prestasi besar mengingat keterbatasan teknologi saat itu.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Teknologi Navigasi yang Mengubah Kartografi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Kompas dan Portolan: Panduan Laut<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika kompas magnetik diperkenalkan, terutama di abad ke-13, peta laut yang disebut <strong>portolan chart<\/strong> mulai digunakan para pelaut. Peta ini memiliki garis arah yang berasal dari pusat kompas untuk membantu menentukan rute saat berlayar, terutama di Laut Tengah dan Samudra Atlantik.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh terkenal peta portolan dibuat oleh kartografer Ottoman seperti <strong>Piri Reis<\/strong>, yang memadukan data pelayaran nyata dengan simbol dan tulisan yang mencerminkan pemahaman geografis pada masa itu.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Peta Mencerminkan Dunia yang Belum Dikenal<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum banyak wilayah dijelajahi, peta sering menggambarkan informasi yang <strong>campuran antara realitas dan imajinasi<\/strong>. Banyak peta abad pertengahan mencampurkan mythos, legenda, dan data empiris karena keterbatasan informasi global.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, early maps seperti mappa mundi kadang menggambarkan wilayah yang sama sekali tidak akurat menurut standar modern, tetapi sangat berharga untuk menunjukkan <strong>bagaimana masyarakat kuno memahami dunia mereka<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Peran Kartografi dalam Navigasi, Politik, dan Ekonomi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Peta digunakan bukan hanya untuk navigasi, tetapi juga untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Administrasi kerajaan<\/strong>: menentukan batas wilayah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Militer<\/strong>: memperkirakan medan perang dan rute logistik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Perdagangan<\/strong>: menentukan rute pelayaran dan sumber daya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Peta juga menjadi simbol kekuasaan dan pengetahuan. Yang bisa membaca dan membuat peta dianggap punya keunggulan strategis dalam sejarah pemerintahan dan eksplorasi dunia.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/dari-kaisar-hingga-media-sosial-begini-peran-propaganda-membentuk-opini-publik-sejak-zaman-dulu\/\" type=\"post\" id=\"3528\">Dari Kaisar hingga Media Sosial: Begini Peran Propaganda Membentuk Opini Publik Sejak Zaman Dulu<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>FAQ Seputar Orang Zaman Dulu<\/strong> Membuat Peta<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>1. Apakah peta kuno itu akurat?<\/strong><br>Tidak selalu. Peta kuno sering akurat di wilayah lokal tapi kurang tepat di wilayah yang belum dieksplorasi karena keterbatasan data.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Apakah semua peradaban punya peta?<\/strong><br>Banyak peradaban besar membuat peta, dari Babilonia, Yunani, Romawi, hingga Islam dan Cina, masing-masing dengan desain dan metode khas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Bagaimana mereka ukur jarak tanpa teknologi modern?<\/strong><br>Orang dulu mengukur jarak berdasarkan waktu perjalanan, bintang, landmark, serta pengamatan langsung dengan alat sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Apa yang paling sulit dibuat peta dulu?<\/strong><br>Menentukan <strong>longitude (timur-barat)<\/strong> sangat sulit sebelum adanya jam akurat, masalah ini baru terpecahkan ribuan tahun kemudian.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Apakah peta kuno masih berguna?<\/strong><br>Ya. Peta kuno memberi wawasan penting tentang sejarah eksplorasi dan pemahaman dunia masa lalu.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kehebatan Ilmu Pengetahuan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Teman Eksam, meskipun teknologi modern seperti <strong>GPS, satelit, drone, dan GIS<\/strong> telah mengubah cara kita membuat dan melihat peta, sejarahnya jauh lebih tua dan penuh kreativitas. <\/p>\n\n\n\n<p>Manusia sejak ribuan tahun lalu sudah mencoba memetakan dunia mereka menggunakan bahan sederhana, pengamatan langsung, dan alat navigasi awal. Semua inovasi ini bukan hanya memetakan ruang, tetapi juga <strong>memetakan pengetahuan, peradaban, dan perjalanan manusia di muka bumi<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Yuk, temukan lebih banyak panduan praktis untuk belajar, bekerja, dan berkembang bareng <a href=\"http:\/\/eksam.id\">Eksam <\/a>\u2013 Teman Belajar Kamu!<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, Teman Eksam! Tahukah kamu, manusia sudah membuat peta jauh sebelum ada satelit, GPS, atau peta digital di smartphone? Peta &#8230; <\/p>\n<p class=\"read-more-container\"><a title=\"Bagaimana Orang Zaman Dulu Membuat Peta? Teknologi Kuno yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia\" class=\"read-more button\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#more-3695\" aria-label=\"Read more about Bagaimana Orang Zaman Dulu Membuat Peta? Teknologi Kuno yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3696,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[435],"class_list":["post-3695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi","tag-orang-zaman-dahulu-membuat-peta","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","resize-featured-image"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bagaimana Orang Zaman Dulu Membuat Peta? Teknologi Kuno yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia - EKSAM.ID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Simak sejarah lengkap bagaimana orang zaman dulu membuat peta dan teknologi yang dipakai! Selengkapnya disini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Orang Zaman Dulu Membuat Peta? Teknologi Kuno yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia - EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Simak sejarah lengkap bagaimana orang zaman dulu membuat peta dan teknologi yang dipakai! Selengkapnya disini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-23T07:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Membuat-Peta.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/\"},\"author\":{\"name\":\"EKSAM.ID\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\"},\"headline\":\"Bagaimana Orang Zaman Dulu Membuat Peta? Teknologi Kuno yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia\",\"datePublished\":\"2026-02-23T07:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/\"},\"wordCount\":746,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Membuat-Peta.png\",\"keywords\":[\"Orang Zaman Dahulu Membuat Peta\"],\"articleSection\":[\"INFORMASI\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/\",\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/\",\"name\":\"Bagaimana Orang Zaman Dulu Membuat Peta? Teknologi Kuno yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia - EKSAM.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Membuat-Peta.png\",\"datePublished\":\"2026-02-23T07:00:00+00:00\",\"description\":\"Simak sejarah lengkap bagaimana orang zaman dulu membuat peta dan teknologi yang dipakai! Selengkapnya disini.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Membuat-Peta.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Membuat-Peta.png\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"description\":\"Teman Belajar Kamu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png\",\"width\":950,\"height\":242,\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id\",\"https:\/\/x.com\/eksam_id\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/author\/alya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Orang Zaman Dulu Membuat Peta? Teknologi Kuno yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia - EKSAM.ID","description":"Simak sejarah lengkap bagaimana orang zaman dulu membuat peta dan teknologi yang dipakai! Selengkapnya disini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Orang Zaman Dulu Membuat Peta? Teknologi Kuno yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia - EKSAM.ID","og_description":"Simak sejarah lengkap bagaimana orang zaman dulu membuat peta dan teknologi yang dipakai! Selengkapnya disini.","og_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/","og_site_name":"EKSAM.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","article_published_time":"2026-02-23T07:00:00+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Membuat-Peta.png","type":"image\/png"}],"author":"EKSAM.ID","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eksam_id","twitter_site":"@eksam_id","twitter_misc":{"Written by":"EKSAM.ID","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/"},"author":{"name":"EKSAM.ID","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a"},"headline":"Bagaimana Orang Zaman Dulu Membuat Peta? Teknologi Kuno yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia","datePublished":"2026-02-23T07:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/"},"wordCount":746,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Membuat-Peta.png","keywords":["Orang Zaman Dahulu Membuat Peta"],"articleSection":["INFORMASI"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/","name":"Bagaimana Orang Zaman Dulu Membuat Peta? Teknologi Kuno yang Mengubah Cara Kita Melihat Dunia - EKSAM.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Membuat-Peta.png","datePublished":"2026-02-23T07:00:00+00:00","description":"Simak sejarah lengkap bagaimana orang zaman dulu membuat peta dan teknologi yang dipakai! Selengkapnya disini.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/bagaimana-orang-zaman-dulu-membuat-peta-teknologi-kuno-yang-mengubah-cara-kita-melihat-dunia\/#primaryimage","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Membuat-Peta.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Membuat-Peta.png","width":1536,"height":1024},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","name":"EKSAM.ID","description":"Teman Belajar Kamu","publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization","name":"EKSAM.ID","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","width":950,"height":242,"caption":"EKSAM.ID"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","https:\/\/x.com\/eksam_id"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a","name":"EKSAM.ID","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","caption":"EKSAM.ID"},"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/author\/alya\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Membuat-Peta.png","jetpack-related-posts":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3695"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3695\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3697,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3695\/revisions\/3697"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}