{"id":3706,"date":"2026-02-25T10:02:40","date_gmt":"2026-02-25T03:02:40","guid":{"rendered":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?p=3706"},"modified":"2026-02-25T10:02:41","modified_gmt":"2026-02-25T03:02:41","slug":"mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/","title":{"rendered":"Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Bisa Berbeda-beda? Ini Penjelasannya!"},"content":{"rendered":"\n<p>Halo, Teman Eksam!<\/p>\n\n\n\n<p>Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah yang sangat dinanti oleh umat Islam setiap <strong>bulan Ramadan<\/strong>. Meskipun umumnya dilakukan secara berjamaah setelah salat Isya, ternyata <strong>jumlah rakaat salat Tarawih tidak seragam di seluruh dunia<\/strong>, sebagian tempat 20 rakaat, ada pula yang 8 atau 12 rakaat. Teman Eksam mungkin pernah bertanya, \u201cKenapa bisa berbeda-beda begitu?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan menjelaskan secara <strong>lengkap, sistematis, dan berdasarkan sumber sahih<\/strong> kenapa jumlah rakaat salat Tarawih bisa berbeda dan bagaimana para ulama memberikan penjelasan teologis dan historisnya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Dasar Salat Tarawih: Sunnah Ramadan yang Sangat Dianjurkan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pertama, kita perlu ingat bahwa <strong>salat Tarawih masuk kategori ibadah sunnah Muakkadah<\/strong>, sunnah yang sangat dianjurkan dilakukan secara rutin, terutama saat Ramadan. Rasulullah SAW sendiri pernah mengerjakan Tarawih bersama para sahabat di masjid, namun beliau tidak menetapkan jumlah rakaat secara eksplisit.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, ijtihad para sahabat dan generasi berikutnya dalam menentukan jumlah rakaat Tarawih sangat memengaruhi kebiasaan dan praktik yang berkembang di berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Tidak Ada Dalil yang Tetap Tentang Jumlah Rakaat Tarawih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kalau kita melihat riwayat salat Tarawih pada masa Nabi Muhammad SAW, tidak ada hadits mutawatir (yang sangat kuat sanadnya) yang menetapkan angka pasti berapa rakaat Tarawih harusnya dilakukan. Artinya, <strong>jumlah rakaatnya tidak wajib secara tegas<\/strong>, sehingga ulama memberikan kelonggaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, ada yang melakukan <strong>8 rakaat<\/strong>, ada yang <strong>20 rakaat<\/strong>, dan bahkan jumlah lainnya. Ini bukan berarti ada yang salah, semuanya masuk kategori yang dibolehkan selama mengikuti prinsip ibadah sunnah sesuai tuntunan fiqh.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Pendapat Madzhab Dalam Jumlah Rakaat Tarawih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Penyebab utama variasi jumlah rakaat Tarawih adalah <strong>perbedaan interpretasi dan pendapat madzhab para ulama fiqh<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>\u2022 Madzhab Syafi\u2019i dan Hanbali<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Umumnya menganjurkan <strong>20 rakaat<\/strong> Tarawih, yang sering dipraktekkan di banyak masjid dan negara. Jumlah ini berdasarkan kebiasaan ketika khalifah <em>Umar bin Khattab<\/em> memimpin Tarawih berjamaah di masa awal Islam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>\u2022 Madzhab Hanafi dan Maliki<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa ulama dari kedua madzhab ini juga menerima jumlah lain, seperti <strong>8 atau 12 rakaat<\/strong>, dan menegaskan bahwa jumlah itu tidak mengurangi nilai fadilah ibadah selama niat dan pelaksanaan sesuai syariat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>\u2022 Praktik di Berbagai Negara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sejak zaman sahabat, kebiasaan ini tersebar luas, kemudian berkembang menurut tradisi lokal masing-masing masjid atau komunitas Muslim.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Pandangan Ulama Tentang Jumlah Tarawih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Para ulama menyepakati bahwa <strong>jumlah rakaat Tarawih itu fleksibel<\/strong> dan bukan kewajiban yang ketat. Ini penjelasan beberapa tokoh penting:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Imam Syafi\u2019i<\/strong> berpendapat bahwa salat Tarawih itu sunnah dan boleh dilakukan 8, 12, atau 20 rakaat tanpa dosa.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Imam Malik<\/strong> juga berpendapat jumlahnya sunnah dan tidak wajib mengikuti angka tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Imam Abu Hanifah<\/strong> bahkan mengatakan bahwa tarawih dilakukan secara ringkas tanpa angka yang baku.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Semua pendapat ini menunjukkan bahwa <strong>yang paling penting adalah kualitas ibadah<\/strong>, bukan angka semata.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Hadiah dan Keutamaan Salat Tarawih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun jumlah rakaatnya bisa berbeda, namun <strong>keutamaan salat Tarawih tetap sama<\/strong>, yaitu ibadah ini memiliki pahala besar bila dilakukan dengan khusyuk, khususnya di bulan Ramadan. Ulama klasik dan kontemporer menekankan beberapa poin berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mendekatkan diri kepada Allah SWT<\/li>\n\n\n\n<li>Menghapus dosa-dosa kecil<\/li>\n\n\n\n<li>Menjadi penguat iman dan amal sepanjang Ramadan<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan konsistensi dalam ibadah sunnah lainnya<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Kenapa Banyak Masjid Memilih 20 Rakaat?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Angka <strong>20 rakaat<\/strong> menjadi banyak pilihan karena tradisi yang dibangun sejak masa pemerintahan Utsmaniyah dan khalifah Umar bin Khattab saat memformalkan salat Tarawih berjamaah. Tradisi ini kemudian diajarkan secara turun-temurun di berbagai lembaga pendidikan Islam dan masjid besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, jumlah tersebut tetap <strong>bukan hal wajib<\/strong>, melainkan sebagai bentuk kelapangan ijtihad ulama di masa lalu.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Pelaksanaan Salat Tarawih di Sekolah dan Komunitas<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Di Indonesia dan banyak negara Muslim lain, praktik Tarawih biasanya dilakukan sebagai:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tarawih berjamaah di masjid setelah Isya<\/li>\n\n\n\n<li>Tarawih di rumah bersama keluarga<\/li>\n\n\n\n<li>Tarawih di sekolah atau komunitas Muslim<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Semua ini mengikuti prinsip bahwa salat Tarawih adalah ibadah sunnah yang fleksibel dalam jumlah rakaat.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fakta Tambahan Tentang Tradisi Salat Tarawih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tarawih berasal dari kata Arab \u201cTarwih\u201d<\/strong> yang berarti istirahat atau nyaman, karena salat ini memberi ketenangan batin.<\/li>\n\n\n\n<li>Salat <strong>Tarawih dan Witir<\/strong> biasanya dilakukan bersamaan, dengan witir sebagai penutup sunnah malam.<\/li>\n\n\n\n<li>Beberapa ulama menyebut bahwa yang utama adalah <strong>tarawih + witir minimal 8 rakaat<\/strong>, bukan angka tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/7-tanda-puasa-ramadan-diterima-allah-swt-lebih-dari-sekadar-ibadah-fisik\/\" type=\"post\" id=\"3692\">7 Tanda Puasa Ramadan Diterima Allah SWT, Lebih dari Sekadar Ibadah Fisik<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>FAQ Seputar Jumlah Rakaat Tarawih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>1. Haruskah Tarawih dilakukan 20 rakaat?<\/strong><br>Tidak wajib. Jumlah 20 hanya hasil tradisi dan ijtihad, tetapi Tarawih tetap sah meskipun 8 atau 12 rakaat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Apa dalil yang menyebut jumlah tertentu?<\/strong><br>Tidak ada dalil pasti dari hadis Nabi yang menetapkan angka tertentu, sehingga para ulama memberi kelonggaran.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Apakah sah jika Tarawih dilakukan di rumah?<\/strong><br>Ya. Tarawih boleh sah dilakukan secara berjamaah di masjid maupun di rumah bersama keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Berapa rakaat Tarawih &amp; Witir yang dianjurkan?<\/strong><br>Yang umum dianjurkan adalah Tarawih dilanjut Witir. Banyak ulama menyarankan minimal 8 rakaat termasuk witir.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Apakah jumlah rakaat mempengaruhi pahala?<\/strong><br>Jumlah rakaat sendiri bukan yang menentukan pahala, kualitas niat, khusyuk, dan kekonsistenan ibadah jauh lebih bermakna.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Yang Terpenting Bukan Angka, Tapi Kualitas Ibadahmu!<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Teman Eksam, pilihan jumlah rakaat dalam salat Tarawih bukan masalah yang \u201charus diperdebatkan\u201d secara tegang, karena <strong>dasarnya adalah sunnah yang fleksibel<\/strong>, bukan kewajiban yang baku. Jumlah rakaat yang berbeda-beda terjadi karena perbedaan <strong>ijtihad para ulama, tradisi komunitas, dan interpretasi sejarah pelaksanaan<\/strong> salat sunnah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang terpenting bukan angka, tetapi <strong>kualitas ibadahmu, mulai dari niat yang ikhlas, kekhusyukan dalam salat, serta konsistensi melaksanakan sunnah di bulan Ramadan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Yuk, temukan lebih banyak panduan praktis untuk belajar, bekerja, dan berkembang bareng <a href=\"http:\/\/eksam.id\">Eksam<\/a> \u2013 Teman Belajar Kamu!<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, Teman Eksam! Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah yang sangat dinanti oleh umat Islam setiap bulan Ramadan. Meskipun umumnya &#8230; <\/p>\n<p class=\"read-more-container\"><a title=\"Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Bisa Berbeda-beda? Ini Penjelasannya!\" class=\"read-more button\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#more-3706\" aria-label=\"Read more about Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Bisa Berbeda-beda? Ini Penjelasannya!\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3707,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[438],"class_list":["post-3706","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi","tag-salat-tarawih","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","resize-featured-image"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Bisa Berbeda-beda? Ini Penjelasannya! - EKSAM.ID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini menjelaskan secara lengkap mengapa jumlah rakaat salat Tarawih berbeda-beda, dalil-dalilnya, serta pandangan ulama. Cek disini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Bisa Berbeda-beda? Ini Penjelasannya! - EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini menjelaskan secara lengkap mengapa jumlah rakaat salat Tarawih berbeda-beda, dalil-dalilnya, serta pandangan ulama. Cek disini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-25T03:02:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-25T03:02:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Salat-Tarawih-1024x683.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/\"},\"author\":{\"name\":\"EKSAM.ID\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\"},\"headline\":\"Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Bisa Berbeda-beda? Ini Penjelasannya!\",\"datePublished\":\"2026-02-25T03:02:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-25T03:02:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/\"},\"wordCount\":859,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Salat-Tarawih.png\",\"keywords\":[\"Salat Tarawih\"],\"articleSection\":[\"INFORMASI\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/\",\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/\",\"name\":\"Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Bisa Berbeda-beda? Ini Penjelasannya! - EKSAM.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Salat-Tarawih.png\",\"datePublished\":\"2026-02-25T03:02:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-25T03:02:41+00:00\",\"description\":\"Artikel ini menjelaskan secara lengkap mengapa jumlah rakaat salat Tarawih berbeda-beda, dalil-dalilnya, serta pandangan ulama. Cek disini!\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Salat-Tarawih.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Salat-Tarawih.png\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"description\":\"Teman Belajar Kamu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png\",\"width\":950,\"height\":242,\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id\",\"https:\/\/x.com\/eksam_id\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"url\":\"https:\/\/eksam.id\/blog\/author\/alya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Bisa Berbeda-beda? Ini Penjelasannya! - EKSAM.ID","description":"Artikel ini menjelaskan secara lengkap mengapa jumlah rakaat salat Tarawih berbeda-beda, dalil-dalilnya, serta pandangan ulama. Cek disini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Bisa Berbeda-beda? Ini Penjelasannya! - EKSAM.ID","og_description":"Artikel ini menjelaskan secara lengkap mengapa jumlah rakaat salat Tarawih berbeda-beda, dalil-dalilnya, serta pandangan ulama. Cek disini!","og_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/","og_site_name":"EKSAM.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","article_published_time":"2026-02-25T03:02:40+00:00","article_modified_time":"2026-02-25T03:02:41+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Salat-Tarawih-1024x683.png","type":"image\/png"}],"author":"EKSAM.ID","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eksam_id","twitter_site":"@eksam_id","twitter_misc":{"Written by":"EKSAM.ID","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/"},"author":{"name":"EKSAM.ID","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a"},"headline":"Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Bisa Berbeda-beda? Ini Penjelasannya!","datePublished":"2026-02-25T03:02:40+00:00","dateModified":"2026-02-25T03:02:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/"},"wordCount":859,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Salat-Tarawih.png","keywords":["Salat Tarawih"],"articleSection":["INFORMASI"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/","name":"Mengapa Jumlah Rakaat Salat Tarawih Bisa Berbeda-beda? Ini Penjelasannya! - EKSAM.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Salat-Tarawih.png","datePublished":"2026-02-25T03:02:40+00:00","dateModified":"2026-02-25T03:02:41+00:00","description":"Artikel ini menjelaskan secara lengkap mengapa jumlah rakaat salat Tarawih berbeda-beda, dalil-dalilnya, serta pandangan ulama. Cek disini!","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/mengapa-jumlah-rakaat-salat-tarawih-bisa-berbeda-beda-ini-penjelasannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Salat-Tarawih.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Salat-Tarawih.png","width":1536,"height":1024},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","name":"EKSAM.ID","description":"Teman Belajar Kamu","publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization","name":"EKSAM.ID","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","width":950,"height":242,"caption":"EKSAM.ID"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","https:\/\/x.com\/eksam_id"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a","name":"EKSAM.ID","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","caption":"EKSAM.ID"},"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/author\/alya\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Salat-Tarawih.png","jetpack-related-posts":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3706","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3706"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3706\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3708,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3706\/revisions\/3708"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3707"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3706"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3706"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3706"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}