{"id":4016,"date":"2026-04-27T11:00:00","date_gmt":"2026-04-27T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?p=4016"},"modified":"2026-04-27T09:50:21","modified_gmt":"2026-04-27T02:50:21","slug":"tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/","title":{"rendered":"Wacana Penutupan Prodi Dinilai Terlalu Berorientasi Industri, Akademisi Ingatkan Peran Hakiki Pendidikan"},"content":{"rendered":"\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<p>Halo, <strong>Teman Eksam <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-accent-color\">#<\/mark><\/strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-accent-color\">temanbelajarkamu<\/mark><\/p>\n\n\n\n<p>Rencana pemerintah untuk menutup sejumlah program studi (prodi) yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri tengah menjadi sorotan. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Namun, tidak semua pihak sepakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejumlah akademisi menilai bahwa pendekatan tersebut terlalu berorientasi jangka pendek dan berpotensi mereduksi makna pendidikan tinggi yang sesungguhnya. Lantas, bagaimana sebenarnya posisi pendidikan dalam menghadapi tuntutan industri?<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan membahas secara lengkap polemik penutupan prodi, pandangan akademisi, serta dampaknya terhadap masa depan pendidikan di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Pemerintah Ingin Menutup Program Studi?<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Latar Belakang Kebijakan<\/h4>\n\n\n\n<p>Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mengusulkan penutupan program studi yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan utama kebijakan ini antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengurangi mismatch antara lulusan dan kebutuhan kerja<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia<\/li>\n\n\n\n<li>Menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan industri<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fakta di Lapangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap tahun, perguruan tinggi di Indonesia meluluskan sekitar:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>1,9 juta sarjana<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Namun, tidak semua lulusan tersebut terserap di dunia kerja sesuai bidangnya. Hal ini memunculkan masalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tingginya angka pengangguran terdidik<\/li>\n\n\n\n<li>Kurangnya keterampilan praktis<\/li>\n\n\n\n<li>Ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kritik Akademisi: Pendidikan Bukan Sekadar Kebutuhan Industri<\/h3>\n\n\n\n<p>Sejumlah akademisi menilai bahwa kebijakan ini terlalu berorientasi pada pasar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendidikan Adalah Proses Holistik<\/h4>\n\n\n\n<p>Menurut pandangan akademisi, pendidikan tidak hanya bertujuan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menghasilkan tenaga kerja<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan keterampilan teknis<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tetapi juga:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membentuk karakter<\/li>\n\n\n\n<li>Mengembangkan cara berpikir kritis<\/li>\n\n\n\n<li>Menanamkan nilai dan etika<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pendidikan adalah proses \u201cmenjadi manusia seutuhnya\u201d, bukan sekadar mencetak pekerja.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bahaya Jika Pendidikan Hanya Mengikuti Logika Pasar<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika perguruan tinggi hanya mengikuti kebutuhan industri, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Hilangnya Ilmu Murni<\/h4>\n\n\n\n<p>Ilmu dasar seperti filsafat, matematika murni, atau ilmu sosial sering dianggap tidak memiliki nilai ekonomi langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ilmu ini menjadi fondasi perkembangan ilmu terapan<\/li>\n\n\n\n<li>Banyak inovasi besar lahir dari ilmu dasar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Menurunnya Kualitas Berpikir Kritis<\/h4>\n\n\n\n<p>Mahasiswa mungkin menjadi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Terampil secara teknis<\/li>\n\n\n\n<li>Namun kurang reflektif dan kritis<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Ketergantungan pada Negara Lain<\/h4>\n\n\n\n<p>Tanpa pengembangan ilmu dasar:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Indonesia berisiko menjadi konsumen teknologi<\/li>\n\n\n\n<li>Bukan pencipta inovasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Peran Penting Ilmu Murni dalam Peradaban<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kenapa Ilmu Murni Tetap Harus Dipertahankan?<\/h4>\n\n\n\n<p>Meskipun tidak langsung menghasilkan uang, ilmu murni memiliki peran penting:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mendorong inovasi jangka panjang<\/li>\n\n\n\n<li>Menjadi dasar perkembangan teknologi<\/li>\n\n\n\n<li>Menjaga kedaulatan intelektual bangsa<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Negara maju seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jepang<\/li>\n\n\n\n<li>Korea Selatan<\/li>\n\n\n\n<li>China<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Justru memperkuat riset dasar untuk mendukung kemajuan industrinya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perguruan Tinggi: Antara Idealisme dan Realitas<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tantangan yang Dihadapi Kampus<\/h4>\n\n\n\n<p>Perguruan tinggi saat ini berada di posisi dilematis:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Harus relevan dengan kebutuhan industri<\/li>\n\n\n\n<li>Namun tetap menjaga nilai akademik<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Beberapa kampus bahkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membuka program praktis di kota besar<\/li>\n\n\n\n<li>Fokus pada pemasukan finansial<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dampak yang Terjadi<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pergeseran fokus dari riset ke bisnis<\/li>\n\n\n\n<li>Penurunan kualitas akademik<\/li>\n\n\n\n<li>Minimnya kontribusi terhadap ilmu pengetahuan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Solusi: Menyeimbangkan Industri dan Akademik<\/h3>\n\n\n\n<p>Daripada menutup prodi, ada beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Revitalisasi Kurikulum<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menyesuaikan materi dengan perkembangan zaman<\/li>\n\n\n\n<li>Menambahkan skill praktis tanpa menghilangkan dasar teori<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Kolaborasi dengan Industri<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Program magang<\/li>\n\n\n\n<li>Project-based learning<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Penguatan Riset<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mendorong penelitian di bidang ilmu murni<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan pendanaan riset jangka panjang<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. Diferensiasi Fungsi Kampus<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kampus riset (fokus ilmu dasar)<\/li>\n\n\n\n<li>Kampus vokasi (fokus skill kerja)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah Semua Prodi Perlu Dipertahankan?<\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak semua program studi harus dipertahankan tanpa evaluasi. Namun, keputusan penutupan harus mempertimbangkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Nilai akademik<\/li>\n\n\n\n<li>Kontribusi terhadap ilmu pengetahuan<\/li>\n\n\n\n<li>Potensi jangka panjang<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bukan hanya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jumlah peminat<\/li>\n\n\n\n<li>Nilai ekonomi sesaat<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dampak Kebijakan terhadap Mahasiswa<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kebijakan ini diterapkan, mahasiswa bisa terdampak:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dampak Positif<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lulusan lebih siap kerja<\/li>\n\n\n\n<li>Kurikulum lebih relevan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dampak Negatif<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pilihan jurusan semakin terbatas<\/li>\n\n\n\n<li>Berkurangnya ruang eksplorasi ilmu<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Mengapa program studi ingin ditutup?<\/h4>\n\n\n\n<p>Karena dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri dan memiliki sedikit peminat.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Apakah semua prodi akan ditutup?<\/h4>\n\n\n\n<p>Tidak. Hanya prodi tertentu yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Apakah ilmu murni tidak penting?<\/h4>\n\n\n\n<p>Sangat penting. Ilmu murni menjadi dasar inovasi dan kemajuan teknologi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. Apa risiko jika prodi ditutup?<\/h4>\n\n\n\n<p>Risikonya adalah hilangnya keragaman ilmu dan menurunnya kualitas pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">5. Apa solusi terbaik?<\/h4>\n\n\n\n<p>Menyeimbangkan kebutuhan industri dengan pengembangan ilmu dasar.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-base-color has-alpha-channel-opacity has-base-background-color has-background\"\/>\n\n\n\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/lowongan-koperasi-merah-putih-2026-status-pegawai-bumn\/\">Rekrutmen Koperasi Merah Putih 2026 Dibuka: Apakah Benar Berstatus Pegawai BUMN? Ini Fakta Lengkapnya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h3>\n\n\n\n<p>Wacana penutupan program studi memang bertujuan untuk meningkatkan relevansi lulusan dengan dunia kerja. Namun, kebijakan ini tidak boleh dilakukan secara terburu-buru dan hanya berdasarkan kebutuhan industri jangka pendek.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendidikan tinggi memiliki peran yang jauh lebih luas, yaitu membentuk manusia seutuhnya dan menjaga keberlanjutan ilmu pengetahuan. Ilmu murni tetap harus dipertahankan sebagai fondasi peradaban dan kemandirian bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Solusi terbaik bukanlah menutup program studi, melainkan menyeimbangkan antara kebutuhan industri dan nilai akademik. Dengan begitu, pendidikan di Indonesia tidak hanya menghasilkan tenaga kerja, tetapi juga pemikir dan inovator masa depan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Mulai perjalanan belajar dan berkembangmu bersama <mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-accent-color\">Eksam,<\/mark> dengan berbagai panduan praktis yang siap membantu kamu.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, Teman Eksam #temanbelajarkamu Rencana pemerintah untuk menutup sejumlah program studi (prodi) yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri tengah &#8230; <\/p>\n<p class=\"read-more-container\"><a title=\"Wacana Penutupan Prodi Dinilai Terlalu Berorientasi Industri, Akademisi Ingatkan Peran Hakiki Pendidikan\" class=\"read-more button\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/#more-4016\" aria-label=\"Read more about Wacana Penutupan Prodi Dinilai Terlalu Berorientasi Industri, Akademisi Ingatkan Peran Hakiki Pendidikan\">Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4017,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[831,829,830,719,828,35],"class_list":["post-4016","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi","tag-dunia-pendidikan","tag-ilmu-murni","tag-kebijakan-kampus","tag-pendidikan-tinggi-indonesia","tag-penutupan-program-studi","tag-perguruan-tinggi-negeri","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","resize-featured-image"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Wacana Penutupan Prodi Dinilai Terlalu Berorientasi Industri, Akademisi Ingatkan Peran Hakiki Pendidikan - EKSAM.ID<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Wacana penutupan prodi menuai kritik. Akademisi ingatkan pentingnya ilmu murni dalam pendidikan dan masa depan peradaban bangsa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wacana Penutupan Prodi Dinilai Terlalu Berorientasi Industri, Akademisi Ingatkan Peran Hakiki Pendidikan - EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wacana penutupan prodi menuai kritik. Akademisi ingatkan pentingnya ilmu murni dalam pendidikan dan masa depan peradaban bangsa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-27T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ChatGPT-Image-Apr-27-2026-09_24_33-AM-1024x683.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@eksam_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"EKSAM.ID\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"EKSAM.ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\"},\"headline\":\"Wacana Penutupan Prodi Dinilai Terlalu Berorientasi Industri, Akademisi Ingatkan Peran Hakiki Pendidikan\",\"datePublished\":\"2026-04-27T04:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\\\/\"},\"wordCount\":764,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/ChatGPT-Image-Apr-27-2026-09_24_33-AM.png\",\"keywords\":[\"dunia pendidikan\",\"ilmu murni\",\"kebijakan kampus\",\"pendidikan tinggi Indonesia\",\"penutupan program studi\",\"Perguruan Tinggi Negeri\"],\"articleSection\":[\"INFORMASI\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\\\/\",\"name\":\"Wacana Penutupan Prodi Dinilai Terlalu Berorientasi Industri, Akademisi Ingatkan Peran Hakiki Pendidikan - EKSAM.ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/ChatGPT-Image-Apr-27-2026-09_24_33-AM.png\",\"datePublished\":\"2026-04-27T04:00:00+00:00\",\"description\":\"Wacana penutupan prodi menuai kritik. Akademisi ingatkan pentingnya ilmu murni dalam pendidikan dan masa depan peradaban bangsa.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/ChatGPT-Image-Apr-27-2026-09_24_33-AM.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/ChatGPT-Image-Apr-27-2026-09_24_33-AM.png\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"description\":\"Teman Belajar Kamu\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logo_hitam.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/01\\\/logo_hitam.png\",\"width\":950,\"height\":242,\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/eksam.id\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/eksam_id\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a\",\"name\":\"EKSAM.ID\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"EKSAM.ID\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/eksam.id\\\/blog\\\/author\\\/alya\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wacana Penutupan Prodi Dinilai Terlalu Berorientasi Industri, Akademisi Ingatkan Peran Hakiki Pendidikan - EKSAM.ID","description":"Wacana penutupan prodi menuai kritik. Akademisi ingatkan pentingnya ilmu murni dalam pendidikan dan masa depan peradaban bangsa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Wacana Penutupan Prodi Dinilai Terlalu Berorientasi Industri, Akademisi Ingatkan Peran Hakiki Pendidikan - EKSAM.ID","og_description":"Wacana penutupan prodi menuai kritik. Akademisi ingatkan pentingnya ilmu murni dalam pendidikan dan masa depan peradaban bangsa.","og_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/","og_site_name":"EKSAM.ID","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","article_published_time":"2026-04-27T04:00:00+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ChatGPT-Image-Apr-27-2026-09_24_33-AM-1024x683.png","type":"image\/png"}],"author":"EKSAM.ID","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@eksam_id","twitter_site":"@eksam_id","twitter_misc":{"Written by":"EKSAM.ID","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/"},"author":{"name":"EKSAM.ID","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a"},"headline":"Wacana Penutupan Prodi Dinilai Terlalu Berorientasi Industri, Akademisi Ingatkan Peran Hakiki Pendidikan","datePublished":"2026-04-27T04:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/"},"wordCount":764,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ChatGPT-Image-Apr-27-2026-09_24_33-AM.png","keywords":["dunia pendidikan","ilmu murni","kebijakan kampus","pendidikan tinggi Indonesia","penutupan program studi","Perguruan Tinggi Negeri"],"articleSection":["INFORMASI"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/","name":"Wacana Penutupan Prodi Dinilai Terlalu Berorientasi Industri, Akademisi Ingatkan Peran Hakiki Pendidikan - EKSAM.ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ChatGPT-Image-Apr-27-2026-09_24_33-AM.png","datePublished":"2026-04-27T04:00:00+00:00","description":"Wacana penutupan prodi menuai kritik. Akademisi ingatkan pentingnya ilmu murni dalam pendidikan dan masa depan peradaban bangsa.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/tutup-prodi-ptn-ilmu-murni-tidak-boleh-hilang\/#primaryimage","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ChatGPT-Image-Apr-27-2026-09_24_33-AM.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ChatGPT-Image-Apr-27-2026-09_24_33-AM.png","width":1536,"height":1024},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","name":"EKSAM.ID","description":"Teman Belajar Kamu","publisher":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/eksam.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#organization","name":"EKSAM.ID","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","contentUrl":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/logo_hitam.png","width":950,"height":242,"caption":"EKSAM.ID"},"image":{"@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/eksam.id","https:\/\/x.com\/eksam_id"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/eksam.id\/blog\/#\/schema\/person\/5eddb056235b90d7dbd7a0c8be3d9f7a","name":"EKSAM.ID","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9bf2e46c38a3494415052337fba31bebb4912353be994ac353ee75ceb742b15a?s=96&d=mm&r=g","caption":"EKSAM.ID"},"url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/author\/alya\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ChatGPT-Image-Apr-27-2026-09_24_33-AM.png","jetpack-related-posts":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4016"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4016\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4021,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4016\/revisions\/4021"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksam.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}