INFORMASI

Beasiswa Bakrie Amanah, Cocok untuk Mahasiswa Semester 3

5 min read
Beasiswa Bakrie Amanah, Cocok untuk Mahasiswa Semester 3

Beasiswa Bakrie Amanah merupakan program dari lembaga Amil Kelompok Bakrie, yang mana bertugas mengelola zakat, infak, dan sedekah. Beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa S1 mulai dari semester 3 hingga semester 6.

Regional Penerima Beasiswa

Dalam pembagian beasiswa Bakrie Amanah, terdapat dua regional yang dibagi untuk meratakan penerimaan bantuan pendidikan tersebut. Dengan membawa visi-misi Amil Kelompok Bakrie, yaitu Menjadi Lembaga Amil di Kelompok Usaha Bakrie yang Amanah, Profesional, dan Mandiri.

Hal tersebut membuat diberlakukannya pengelompokkan regional yang berhak, serta memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri. Regional pertama disebut dengan regional umum, terdiri dari semua kampus di Riau, Bekasi, Sumenep dari semua jurusan.

Untuk regional ke dua adalah regional khusus yang terbagi menjadi 3 kelompok dengan mempertimbangkan masing-masing lokasinya. Kelompok pertama Universitas Tadulako, Palu dari Fakultas Hukum, Ekonomi, serta Teknik.

Grup yang ke kedua adalah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo serta Universitas NU Sidoarjo dari fakultas Teknik serta Saintek. Kelompok regional khusus yang terakhir merupakan kelompok dari Universitas Bakrie yang ada di Jakarta.

Beasiswa Bakrie Amanah disebut denagn Beasiswa Tangguh mempertimbangkan berbagai aspek ketika melakukan penilaian terhadap pendaftar. Penilaian dilakukan melalui scoring system awal yang mencakup berbagai aspek seperti IP, tingkat ekonomi, serta prestasi.

Keaktifan di dalam berorganisasi juga menjadi salah satu poin penilaian yang penting dilanjutkan dengan prestasi yang dimiliki pendaftar. Tak hanya itu, nantinya akan ada penilaian untuk karya tulis atau esai dari pendaftar kemudian dilanjut scoring system lanjutan.

Yang dimaksud dengan penilaian lanjutan adalah hasil dari penilaian TPA, psikotes, serta wawancara yang akan dilakukan pendaftar. Setelah itu, baru bisa diputuskan apakah pendaftar berhasil mendapatkan beasiswa tersebut atau tidak.

Hal itu juga ditentukan dari pola rekrutmen yang nanti akan digunakan oleh penyelenggara beasiswa Bakrie Amanah kepada pendaftar. Pendaftar harus memahami apa yang akan dilakukan untuk melakukan rekrutmen.

Pola Rekrutmen Beasiswa Bakrie Amanah

Dari beberapa aspek penilaian, selanjutnya Beasiswa Bakrie Amanah juga menjelaskan bagaimana pola rekrutmen yang digunakan. Berikut adalah poin-poin seleksi yang akan dihadapi oleh pendaftar hingga tahap akhir.

1. Pendaftaran Online

Setelah dilakukan sosialisasi beasiswa Bakrie Amanah melalui media sosial yang ada, dilanjutkan tahap selanjutnya. Yaitu pendaftaran secara online yang dapat dilakukan melalui laman yang disediakan.

Pendaftar diharapkan mengisi data dengan benar dan tepat untuk menghindari kesalahan data saat scoring nanti. Selanjutnya, pendaftar dapat melampirkan berkas-berkas yang dibutuhkan dan diminta pihak penyelenggara.

2. Seleksi Berkas

Setelah pendaftaran ditutup, selanjutnya adalah tahap seleksi berkas di mana berkas-berkas tadi akan disesuaikan dengan kriteria. Berikut adalah berkas-berkas yang harus dilampirkan ketika Anda mendaftar beasiswa.

Yang pertama adalah scan KTP serta KK, bukti aktif organisasi, bukti aktif kegiatan sosial, foto rumah, bukti pembayaran UKT. Kemudian bukti KRS, KHS, serta sisa tagihan UKT akhir, surat pernyataan kebenaran dokumen, serta bukti surat PHK jika di PHK.

Tak hanya itu, jika ada cicilan BIMA, silakan melampirkan bukti surat, surat keterangan potongan gaji, serta slip gaji orang tua. Lalu melampirkan surat keterangan RT/Rw yang menyatakan usaha orang tua gulung tikar.

3. Pengumuman Berkas

Setelah seleksi berkas sudah selesai, Anda tinggal menunggu pengumuman siapa saja yang lolos seleksi berkas. Pengumuman akan diberitahukan melalui laman resmi Yayasan Bakrie Amanah sesuai tanggal yang ditentukan.

4. Seleksi TPA dan Psikotes

Tes Pengetahuan Akademik merupakan pertanyaan-pertanyaan seputar pengetahuan umum yang akan dikerjakan oleh pendaftar. TPA diberikan untuk mengetahui kemampuan pendaftar di bidang akademik.

Selanjutnya adalah tes psikologi atau psikotes yang dilakukan untuk mengetahui daya kognitif Anda. Juga aspek lain seperti emosional, karakter, serta kemampuan berpikir untuk mengelola diri Anda.

5. Wawancara

Selanjutnya adalah wawancara atau interview yang menjadi seleksi tahap akhir, di mana nantinya pendaftar diberikan pertanyaan. Pendaftar dapat menjawab sesuai kemampuan yang dimiliki berdasarkan relevansi pertanyaannya.

Jika telah selesai melakukan tes wawancara, Anda hanya tinggal menunggu penilaian tahap akhir serta pengumuman finalnya.

Scoring System dan Pengumuman Final

Seluruh rangkaian seleksi telah terlaksana, sehingga waktunya untuk mengumpulkan skor atau nilai. Kemudian peserta hanya perlu menunggu pengumuman akhir siapa saja yang berhasil mendapatkan bantuan dana pendidikan tersebut.

Pola rekrutmen dari beasiswa Bakrie Amanah di atas memiliki jadwal yang padat dan jelas sehingga mudah untuk dimengerti pendaftar. Tapi tak sampai di sana, masih ada tahapan yang harus dilewati setelah Anda berhasil lolos dari seleksi tersebut.

Monitoring Aktivitas

Setelah dinyatakan lulus seleksi beasiswa Bakrie Amanah, akan ada tahap monitoring aktivitas lanjutan untuk menjaga amanah. Monitoring tersebut meliputi pengawasan terhadap Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa.

Kemudian, apakah mahasiswa tersebut aktif mengikuti organisasi yang dapat membantu mengembangkan soft skill. Serta prestasi akademik dan non-akademik apa yang dicapai hingga masa pendanaan habis.

Tak hanya itu, penyelenggara juga akan memonitor dan mengevaluasi keaktifan mahasiswa dalam kegiatan kerelawanan. Seperti pada socioproject maupun sociopreneur project, serta melakukan kolaborasi dalam sebuah pembinaan.

Setelah mahasiswa lulus, nantinya ada monitoring aktivitas pula berupa apakah mahasiswa melakukan studi lanjutan atau tidak. Jika tidak, maka pekerjaan sektor mana yang Ia tempuh, sektor publik sektor privat, sektor ketiga, atau founder.

Harapannya mahasiswa dapat menjadi salah satu SDM di Perusahaan Mitra dan dapat diproyeksikan sebagai calon SDM di Perusahaan Mitra. Monitoring yang dilakukan ini untuk menjaga mahasiswa tersebut dalam mengembangkan karirnya.

Juga sebagai bentuk tanggungjawab penyelenggara terhadap apa yang dilakukan penerima Beasiswa Bakrie Amanah atau beasiswa Tangguh. Diharapkan beasiswa tersebut dapat membantu masa depan para peserta didik yang lebih cerah dan terjamin.

Beasiswa tersebut ingin menjadi wadah untuk membentuk generasi emas Indonesia yang memiliki karakter tangguh dan positif lainnya. Untuk mendukung kemajuan pendidikan, serta keserjahteraan Indonesia di masa mendatang, maka di adakan program tersebut.

Penerima beasiswa dimonitor demi melihat kualitas dirinya sehingga dapat dilakukan peningkatan jika terjadi penurunan. Hal tersebut akan membantu peserta untuk meningkatkan peluang menjadi SDM yang berdaya saing tinggi di masa depan.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Ini Bisa Daftar Beasiswa Paragon Scholarship

Syarat Penerima Beasiswa Bakrie Amanah

Syarat penerima beasiswa meliputi mahasiswa aktif semester 3 hingga 6 yang memiliki minila IPK 3.00 dan aktif dalam organisasi. Jika menjadi ketua organisasi atau pencetus komunitas akan jadi nilai tambah.

Kemudian memiliki jiwa sosial yang tinggi, berasal dari keluarga pra-sejahtera yang belum menikah, juga merupakan mahasiswa kampus mitra. Pendaftar bersedia aktif dalam melakukan kegiatan yang ada di dalam Bakrie Amanah/ Kelompok Usaha Bakrie.

Beasiswa Bakrie Amanah menjadi salah satu solusi untuk mengatasi putus pendidikan dengan cara memberi dana bantuan pendidikan. Hal tersebut sangat dibutuhkan banyak pelajar di Indonesia yang berjuang untuk menyelesaikan studinya.


0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Related Posts

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x